Banten Kekurangan SMA dan SMK

SERANG – Keberadaan SMA SMK negeri di Provinsi Banten masih belum ideal. Dinas Pendidikan (Dindik) kabupaten kota di Banten berharap, ada pembangunan unit sekolah baru yang bisa menjangkau setiap kecamatan. Sehingga, kalau sistem zonasi terus diterapkan dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) akan memudahkan bagi calon orangtua siswa.

Di Kota Cilegon, jumlah SMA negeri hanya lima sekolah dan SMK negeri empat sekolah. Sementara, jumlah SMP negeri lebih banyak yakni 12 sekolah.

Kepala Bidang SMP Dindik Kota Cilegon Suhendi menjelaskan, di Kota Cilegon kecamatan yang belum memiliki SMA negeri di antaranya Kecamatan Jombang, Citangkil, dan Kecamatan Grogol. Sedangkan yang belum memiliki SMK negeri yaitu Kecamatan Jombang, Ciwandan, Grogol, dan Cilegon. “Kalau daya tampung SMA SMK banyak, kalau ditambah swasta yah cukup. Kalau perbandingan sekolahnya lebih banyak SMP negeri,” ujar Suhendi kepada Radar Banten, Jumat (26/7).

Kendati lulusan SMP masih bisa tertampung untuk melanjutkan jenjang SMA SMK, ia menilai Kota Cilegon masih membutuhkan tambahan SMA SMK negeri di kecamatan-kecamatan yang belum memiliki jenjang SLTA. Namun, hal itu menjadi kewenangan Pemprov Banten. “Usulan mah udah, melalui musrenbang, tapi kan harus pengadaan lahan dan sebagainya,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Sekretaris Dindikbud Lebak Imam Suangsa. Kata dia,  jumlah SMP negeri di Lebak lebih banyak dari jumlah SMA SMK negeri. Oleh karena itu, Pemkab Lebak ingin agar Pemprov Banten membangun unit sekolah baru (USB) di Lebak khususnya di kecamatan yang padat penduduk. “Kalau dibilang masih kurang, memang belum ideal. Jumlah lulusan SMP enggak tertampung di sekolah negeri pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2019. Mereka akhirnya ke sekolah swasta,” jelasnya.

Jumlah siswa baru per kelas dibatasi sebanyak 36 orang. Sekolah tidak bisa menampung siswa lain jika kuotanya sudah penuh. “Idealnya satu kecamatan di wilayah padat penduduk ada dua SMA negeri dan dua SMK negeri atau dua SMK negeri dan satu SMA negeri,” terangnya.

Saat ini jumlah SMA negeri dan swasta di Lebak sebanyak 51 unit dan SMK negeri 52 unit. Sedangkan jumlah SMP yang tersebar di 28 kecamatan kurang lebih 207 unit.  “Kami akan terus berupaya meningkatkan pelayanan pendidikan kepada masyarakat di 28 kecamatan. Harapannya, semua anak usia sekolah dapat menempuh pendidikan di Lebak,” ujarnya.

Di Kota Tangsel, SMA negeri ada 12 unit dan SMK negeri tujuh unit. Sedangkan SMA swasta 73 unit dan SMK swasta 74 unit.  Kepala Dindikbud Tangsel Taryono menyatakan, untuk daya tampung sekolah negeri, memang belum ideal. Seperti jumlah lulusan SD yang mencapai 21 ribu. Sementara SMP negeri hanya mampu menyerap lulusan SD tujuh ribu siswa. “Daya tampung kita hanya mampu 30 persen dari jumlah kelulusan,” jelasnya

“Daya tampung memang tak sebanding dengan lulusan yang ada. Jadi, siswa yang tak masuk negeri, mau tidak mau solusinya masuk swasta,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kota Tangerang Eni Nurhaeni mengatakan, jumlah SMP negeri di Kota Tangerang ada 33 unit. Namun, ia belum bisa memastikan jumlah SMA negeri di Kota Tangerang. “Jumlahnya saya kurang hapal persis, nanti coba saya tanya dulu. Datanya ada di kantor, yang pasti masih ada kecamatan yang belum ada SMA negeri,” ungkapnya.

Di Kabupaten Tangerang, berdasarkan data Dindik Kabupaten Tangerang, jumlah SMA negeri ada 29 unti dan  SMK negeri 12 unit. Sedangkan untuk tingkat SMP, jumlahnya didominasi oleh swasta yakni, 90 SMP negeri dan 286 SMP swasta dengan total jumlah siswa 115.690 siswa. (bam-jek-tur-mg04-you-one-den/air/alt/ags)