Banten Kutuk Terorisme di Selandia Baru

SERANG – Gubernur Banten Wahidin Halim mengutuk aksi teror penembakan terhadap warga muslim Selandia Baru yang sedang menunaikan salat Jumat di dua masjid di Kota Christcruch. Menurut Gubernur, teror yang dilakukan adalah perilaku keji dan biadab serta tidak berprikemanusiaan.

Hal itu disampaikan Gubernur saat memimpin apel gabungan memperingati HUT ke-69 Satpol PP, HUT ke-100 Damkar, HUT ke-57 Satlinmas, Hari Bhakti Rimbawan ke-36 dan Hari Kesadaran Nasional di lingkungan Pemprov Banten di Lapangan Setda Provinsi Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kecamatan Curug, Kota Serang, Senin (18/3).

WH menegaskan, pelaku teror yang menimpa warga muslim yang tengah salat di masjid adalah perilaku biadab dan tidak memiliki rasa kemanusiaan yang patut untuk dikecam dan mendapat hukuman seberat-beratnya. “Bahkan seekor binatang pun tidak berlaku sekeji itu, jadi pelakunya benar-benar jahat dan tidak punya hati,” tegasnya.

WH mengingatkan, peristiwa tersebut mengingatkan kesadaran setiap warga negara yang harus saling melindungi, menghormati dan tidak menyakiti satu sama lain. Hal ini penting untuk ditanamkan agar kejadian serupa tidak lagi terjadi di belahan dunia manapun.

“Padahal, yang saya tahu, Selandia Baru merupakan negara yang relatif aman, semangat toleransi yang kuat, gotong royong yang tinggi bahkan disebut sebagai negara yang islami dan termasuk ke dalam 7 besar negara yang paling bahagia. Tapi tiba-tiba orang jahat masuk ke sana, dengan nafsu syaitoniyah dan provokasi akhirnya muncul hal seperti itu,” tegasnya.

Atas peristiwa tersebut, WH meminta seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemprov Banten agar lebih meningkatkan rasa persaudaraan antar sesama dan mempererat tali silaturahmi. Karena, hal tersebut merupakan syarat utama sebagai warga negara untuk bisa hidup berdampingan, bermasyarakat, beragama, berbangsa dan bernegara. “Kita harus saling mengingatkan dan saling toleran terhadap sesama,” pintanya.

Senada Pj Sekda Banten Ino S Rawita juga mengaku terkejut atas peristiwa yang menimpa umat muslim di Selandia Baru. “Kita ikut belasungkawa, ini bukan hanya teror terhadap umat muslim, tapi menjadi teror terhadap kemanusiaan,” katanya. (Deni S/RBG)