Banten Masuk Seleknas Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga

Pejabat Diminta Memberi Contoh

0
95
Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy saat kegiatan verifikasi lapangan Seleksi Nasional Pemanfaatan Toga 2017 Kementerian Kesehatan di Provinsi Banten, di gedung Dinas Kesehatan Provinsi Banten, KP3B, Curug, Kota Serang, Jumat (6/10). FOTO: QODRAT/RADAR BANTEN

SERANG – Gubernur Banten Wahidin Halim meminta para pejabat di Pemerintah Provinsi (Pempov) Banten agar memberikan contoh kegiatan pelestarian dan pemanfaatan tanaman obat keluarga (toga). Hal tersebut ditunjukkan dengan diterbitkannya Surat Edaran Gubernur Banten No 43/2017 tentang Pelestarian dan Pemanfaatan Toga di Provinsi Banten.

Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy mengatakan, bila Gubernur Wahidin Halim berpandangan dalam menjalankan toga tersebut harus dimulai dari jajaran pejabat di atas, langkah tersebut dinilai akan lebih efektif. “Pak Gubernur (Wahidin Halim-red) meminta pemberian contoh dilakukan oleh jajaran yang di atas, para pejabat pimpinannya maka itu akan lebih efektif bagi para jajaran di bawahnya untuk melakukan hal serupa, sampai gilirannya ini juga dilakukan oleh masyarakat luas,” ujar Andika usai menghadiri kegiatan verifikasi lapangan Seleksi Nasional Pemanfaatan Toga 2017 Kementerian Kesehatan di Provinsi Banten, di gedung Dinas Kesehatan Provinsi Banten, KP3B, Curug, Kota Serang, Jumat (6/10).

Menurut Andika, dukungan Pemprov terhadap pemanfaatan toga didasarkan kepada visi misi Pemprov Banten di bawah kepemimpinan Wahidin-Andika yang ingin meningkatkan akses dan pemerataan pelayanan kesehatan berkualitas. “Salah satu untuk mewujudkan visi misi ini, selain dengan menyediakan pelayanan kesehatan yang berkualitas, juga harus didorong frame masyarakat tentang perlunya upaya preventif dengan menggiatkan kembali kearifan lokal,” terangnya.

Andika menjelaskan, Provinsi Banten termasuk dalam 30 provinsi yang dilakukan verifikasi lapangan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sebagai nominasi Seleksi Nasional Pemanfaatan Toga 2017.

Kepala Dinas Kesehatan Sigit Wardojo dalam paparannya di depan tim verifikasi lapangan pemanfaatan toga dari Kemenkes mengatakan, pihaknya secara terprogram sudah melakukan pembinaan pemanfaatan toga kepada kelompok masyarakat melalui unit pelayanan kesehatan di tingkat puskesmas. “Ini dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah kabupaten kota sebagai pihak yang berwenang terhadap puskesmas,” katanya.

“Selanjutnya, binaan-binaan kami inilah yang setiap tahunnya diikutsertakan dalam seleksi nasional pemanfaatan toga,” sambung Sigit.

Lebih lanjut, Sigit menambahkan, pihaknya juga kini sedang menargetkan pelayanan kesehatan tradisional di 177 puskesmas hingga tahun 2022. Hal ini terkait dengan penerjemahan visi misi Gubernur-Wakil Gubernur di bidang kesehatan sehingga targetnya juga tahun 2022. “Kalau saat ini, pelayanan kesehatan tradisional itu sudah ada di 43 puskesmas,” terangnya.

Mengenai hasil seleksi nasional, Sigit mengatakan, Provinsi Banten tahun lalu meraih juara pertama Seleksi Nasional Pemanfaatan Toga melalui kelompok binaan dari Tangerang Selatan. “Jadi, harapan kami ke tim seleksi nasional, mudah-mudahan Banten juara lagi tahun ini,” tandasnya. (Fauzan D/RBG)