Banten Minta Tambahan Elpiji 3 Kg

0
662 views
Pekerja merapikan tumpukan tabung gas elpiji tiga kilogram, di salah satu agen, Kota Serang, Kamis (10/4). Pasokan gas elpiji masih aman.

SERANG – Pemprov Banten meminta penambahan alokasi elpiji gas 3 kilogram kepada PT Pertamina. Hal ini karena kebutuhan penggunaan elpiji meningkat saat wabah corona dan menjelang Ramadan.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Banten Eko Palmadi mengatakan, pihaknya mengirim surat kepada PT Pertamina pada akhir Maret lalu. “Surat yang kami kirim juga berdasarkan surat dari Hiswana Migas,” ujar Eko, Senin (13/4).

Eko mengatakan, penyaluran gas elpiji 3 kilogram di wilayah Banten menjelang Ramadan dan kejadian luar biasa (KLB) covid-19 sudah diantisipasi dengan ekstra droping sebesar 100 persen. Masing-masing dilakukan pada akhir Maret dan awal April kemarin dengan jumlah 110 ribu tabung di seluruh wilayah kerja Banten.

Dia mengatakan, perkiraan ekstra droping sampai dengan Hari Raya Idul Fitri nanti akan dirilis sebanyak empat kali atau empat hari dengan masing-masing dapat mencapai 100 sampai dengan 200 persen dari penyaluran harian reguler. “Jadwal dan pertimbangan persentase penyaluran disesuaikan dengan urgensi dan permintaan lapangan,” terangnya.

Kata dia, Pertamina sudah menyusun skema penyaluran selama satu tahun sebagai dasar atau pegangan mereka dalam distribusi gas elpiji 3 kilogram di Provinsi Banten. Adapun penambahan alokasi serta permintaan ekstra droping dalam rangka Ramadan, Lebaran, dan KLB covid-19 tetap mengacu skema yang Pertamina pegang agar tidak meleset dari alokasi kuota tahunan. “Kitanya perlu dilakukan akselerasi rilis ekstra droping di wilayah-wilayah rawan seperti Lebak dan Pandeglang,” terangnya.

Ia mengungkapkan, pemerintah daerah dapat mengajukan kembali surat rekomendasi ekstra droping kepada Pertamina dengan dasar pertimbangan atau urgensi permintaan di lapangan.

Sementara Ketua Hiswana Migas Provinsi Banten Efu Saefullah mengatakan, peningkatan konsumsi gas elpiji 3 kilogran terjadi sejak akhir Maret lalu. Hal itu memang terjadi karena masyarakat harus di rumah saja. Peningkatan konsumsi paling banyak terjadi di pedesaan. “Kenaikan makin tinggi saat awal April karena ada juga pegawai yang dirumahkan,” ujarnya.

Kata dia, sejak akhir Maret hingga saat ini, sudah ada 570 ribu tabung. Jumlah itu sekira 50 persen dari kuota bulanan reguler. Dengan meningkatnya permintaan elpiji tiga kilogram, Efu meminta masyarakat yang mampu untuk membeli jenis elpiji lainnya. “Ada bright gas yang lima kilogram atau 12 kilogram. Kalau yang tiga kilogram khusus untuk masyarakat miskin,” tegasnya. (nna/nda/ags)