Banten Peringkat Lima Besar Nasional Penderita Asma dan Paru

    0
    633 views
    Ilustrasi

    TANGERANG – Berdasarkan data yang dihimpun BPJS Kesehatan Kantor Divisi Regional XIII Banten, penderita asma dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) di Banten berada pada peringkat lima secara nasional.

    Kepala Cabang BPJS Kesehatan Cabang Utama Banten Chandra Nurcahyo mengatakan, diperkirakan 1 dari 100 orang di Banten saat ini menderita asma dan PPOK.

    “Kami punya data yang belum final untuk tahun ini, namun secara nasional jumlah penderita di Banten sebanyak 2.500 jiwa dan tersebar di lima kabupaten dan kota di wilayah Provinsi Banten,” katanya saat konferensi pers Evaluasi Tiga Tahun menuju Program JKN-KIS Berkualitas dan Berkesinambungan di Provinsi Banten, di Atria Hotel Gading, Serpong, Tangerang, Selasa (20/12).

    Meski jumlah penderita menduduki peringkat lima secara nasional, namun masih saja terdapat penderita yang belum tersentuh program BPJS Kesehatan.

    “Kita lakukan fase-fase yakni fase pertama kami punya 260 orang dokter umum, perawat, bidan dan edukator.  Mereka yang akan menjaring dan melakukan penjagaan agar tidak telanjur parah. Kita mengedukasi masyarakat dari pola hidupnya dan mengecek sampai berapa tingkat keparahan penderita,” jelasnya.

    Untuk diketahui, secara nasional pengguna Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) di Provinsi Banten saat ini sudah 6,9 juta jiwa dari 10,5 juta penduduk Banten.

    “Banten di atas dari rata-rata secara nasional. Bahkan satu prestasi dan progres yang baik. Dari penerima bukan iuran (PBI) dan non-PBI untuk Banten sudah seluruhnya Jamkesda diintegrasikan ke JKN- KIS. Jadi tidak ada lagi yang dikelola sendiri,” katanya. (Wirda)