Banten Perlu Tambahan Shelter Gempa dan Tsunami

SERANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten menilai pemerintah memerlukan tambahan shelter untuk mengantisipasi ancaman bencana tsunami dan gempa.

Kepala BPBD Provinsi Banten Sumawijaya menuturkan, saat ini Banten memiliki dua shelter pengungsian. Keduanya berada di Wanasalam dan Labuan.

Dijelaskan Sumawijaya, Banten memerlukan shelter di Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak dan Anyar, Kabupaten Serang. Dua daerah yang dekat dengan pantai tersebut berpotensi besar dihantam bencana alam seperti banjir, gempa, bahkan tsunami.

“Kalau kita tidak siap, bagaimana nanti saat bencana terjadi,” kata Sumawijaya setelah menghadiri pelantikan pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Banten di Pendopo Gubernur Banten, Rabu (21/2).

Dijelaskan Sumawijaya, pihaknya sudah mengusulkan anggaran pembangunan dua shelter itu, namun memerlukan persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Banten.

Mengingat bencana bersifat tidak terduga, maka, menurut Sumawijaya pembangunan itu bisa segera direalisasikan.

Daerah Banten, menurut Sumawijaya memiliki karakter bencana yang berbeda. Karakter bencana di daerah selatan yaitu longsor, pergeseran tanah, kebakaran hutan, dan gempa. Sedangkan di utara kebakaran dan banjir genangan.

Dilihat dari karakter bencana tersebut, selain memerlukan tambahan shelter, Banten pun memerlukan alat pendeteksi gempa dan banjir. “Alat-alat itu sudah ada, tinggal pengadaannya saja, dan harganya pun tidak terlalu mahal,” kata Sumawijaya.

Untuk dua alat ini, Sumawijaya mengaku mendorong pemerintah kabupaten kota untuk mempunyai alat tersebut agar proses pemantauan bisa lebih optimal.

“Alat itu bisa berikan sinyal saat awas, waspada, dan mengungsi. Dengan itu bencana bisa diantisipasi,” ujarnya. (Bayu Mulyana/coffeandchococake@gmail.com)