Banten Pintu Masuk Barang Ilegal

0
427 views
Proses pemusnahan ratusan botol miras dan rokok ilegal yang dilakukan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kantor Wilayah DJBC Banten dengan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten di Pelabuhan Indah Kiat Merak, kemarin.

Rokok dan Miras Rp13,8 M Dimusnahkan

CILEGON – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kantor Wilayah DJBC Banten dengan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten memusnahkan barang ilegal hasil penindakan kepabeanan dan cukai.

Barang yang dimusnahkan di antaranya 12.590.968 batang rokok, 255 bungkus tembakau iris, 152 karton tembakau molasses, 1.256 botol miras eks impor, 4.920 liter miras tradisional jenis ciu, dan 996 pak barang campuran. Jika ditotal secara rupiah nilanya mencapai Rp13,8 miliar.

Pemusnahan dilakukan oleh Kepala Kantor Wilayah DJBC Banten Mohammad Aflah Farobi di Pelabuhan Indah Kiat Merak, Rabu (4/11) dan disaksikan Kapolda Banten Irjen Pol Fiandar serta perwakilan sejumlah stakeholder.

Proses pemusnahan rokok dan tembakau molasses serta barang campuran dilakukan dengan cara dibakar, sedangkan miras digilas menggunakan alat berat.

Usai pemusnahan, Kepala Kantor Wilayah DJBC Banten, Mohammad Aflah Farobi menjelaskan, barang ilegal tersebut didapatkan dari sejumlah gudang yang ada di Provinsi Banten. Menurut Aflah, Banten menjadi lokasi tempat penyimpanan barang-barang ilegal itu sebelum dikirim ke sejumlah daerah yang menjadi target pasar.

“Di sini (Banten) kan daerah perlintasan, seperti rokok dari Jawa, pasarnya sebagian besar di Sumatera, sebelum dibawa ke sana disimpan dulu di sini,” ujar Aflah, Rabu (4/11).

Begitu juga dengan berbagai macam miras, selain menjadi daerah penyimpanan, Banten pun menjadi pintu masuk minum beralkohol ilegal dari luar negeri.

Minuman berbagai merk itu masuk ke Banten melalui sejumlah pelabuhan tidak resmi atau yang biasa disebut dengan istilah pelabuhan tikus.

Akibat dari tindakan tersebut, negara mengalami kerugian dengan potensi kerugian negara sebesar Rp8,2 miliar.

Aflah melanjutkan, selain diamankan dari sejumlah gudang, sejumlah barang pun diamankan saat dalam proses pengiriman. “Sekarang ada modus baru melalui angkutan umum,” ujarnya.

Mengetahui Banten menjadi lokasi penyimpanan dan masuk barang ilegal, Kapolda Banten Irjen Pol Fiandar pun mengaku telah mengerahkan personel serta bekerja sama dengan TNI  untuk melakukan pemantauan terhadap situasi  yang mencurigakan.

“Kita pun rutin melakukan patroli air, khususnya ke daerah perairan pelabuhan tikus tadi,” ujarnya.

Fiandar mengapresiasi tindaka Bea Cukai. Menurutnya, selain merugikan negara, kegiatan ilegal itu pun berdampak terhadap situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). (bam/air)