Banten Produksi 90 Ribu Ton Gula Pasir

0
574 views

SERANG – Empat produsen gula di Banten ditugaskan untuk memproduksi 90 ribu ton gula pasir. Hal itu dilakukan agar gula tak lagi langka di pasaran.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Banten Babar Soeharso mengatakan, Kementerian Perdagangan (Kemendag) menginstruksikan kepada empat produsen itu sejak akhir Maret lalu. “April sudah produksi dan kini sudah didistribusikan. Realisasinya sudah 25 persen,” ujar Babar, Senin (18/5).

Kata dia, puluhan ribu ton gula itu akan didistribusikan secara bertahap sampai akhir Juni nanti. Baginya, jumlah itu cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Ia mengatakan, Kemendag melalui Bulog juga melakukan operasi pasar gula putih karena harga yang terpantau di Pasar Induk Rau mencapai Rp16 ribu sampai Rp17 ribu per kilogram. “Dengan operasi pasar, harganya Rp12.500 per kilogram,” terangnya.

Babar mengaku, operasi pasar yang dilakukan dengan menempatkan gula pasir di pedagang setiap hari. Bahkan, hari ini salah satu produsen gula juga akan mendistribusikan 10 ton gula di Pasar Induk Rau.

“Instruksinya masif. Pendistribusian ke semua pasar tradisional dan modern. Harga yang harus sampai ke konsumen yakni Rp12.500 per kilogram,” ungkapnya.

Ia mengaku harga bahan pokok di Banten masih relatif aman. “Yang naik adalah bawang merah karena panennya terbatas. Mungkin faktor cuaca, distribusi agak kurang,” ujar Babar. Apalagi Banten bukan daerah penghasil bawang. Dari harga sekira Rp34 ribu per kilogram, kini bawang merah tembus di angka Rp51 ribu per kilogram. (nna/nda)