Atlet lompat jauh/jangkit putri junior Banten Maesaro meraih medali emas pada Kejurnas Atletik Junior dan Remaja 2017 di Lintasan Atletik Rawamangun, DKI Jakarta, Senin (24/4).

SERANG – Tim atletik Banten sukses membawa pulang enam keping medali dari kejuaraan nasional (Kejurnas) Atletik Junior dan Remaja 2017 yang dilangsungkan mulai 21-24 April 2017 di Lintasan Atletik Rawamangun, DKI Jakarta. Enam medali tersebut yakni dua keping medali emas, dua keping medali perak dan dua keping medali perunggu.

Dua keping medali emas diborong Maesaroh yang masing-masing diraihnya dari nomor lompat jauh dan nomor lompat jangkit. Pada nomor lompat jauh, Maesaroh mampu melompat sejauh 5 meter, 33 sentimeter dan pada lompat jangkit sejauh 12 meter, 65 sentimeter.

Sementara dua keping medali perak masing-masing disumbang dua atlet lompat tinggi, yaitu Nur Septian Rahayu dan Rodial Bil Huda. Nur Septian mampu melompat setinggi 1 meter, 55 sentimeter dan Rodial melompat setinggi 1 meter, 80 sentimeter. Dan dua keping medali perunggu disumbang atlet lompat jauh Ajat Supriajat (6 meter, 63 sentimeter) dan atlet lontar martil Candaranya Latasa (41 meter,40 sentimer).

Diketahui, pada kejurnas tersebut Pengprov PASI Banten menerjunkan 25 atlet. Lima atlet mampu meraih enam keping medali. Dan diketahui, kelima atlet yang mampu menorehkan prestasi di Kejurnas Junior dan Remaja 2017 adalah atlet binaan Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Banten di bawah naungan Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Banten.

Pelatih Atletik Banten Yudi Setiawan mengatakan, perlahan tapi pasti kualitas atlet atletik junior dan remaja Banten mulai menunjukkan taringnya di pentas nasional. Hasil ini merupakan sebuah indikasi keberhasilan pembinaan yang dilakukan.

“Hasil ini tentunya tidak lepas dari komitmen Pengprov PASI Banten dalam melakukan pembinaan. Di usia yang masih junior dan remaja atlet-atlet inilah yang akan mewakili Banten di berbagai ajang ke depannya,” kata Yudi kepada Radar Banten melalui sambungan telepon selular, Senin (24/4).

Yudhi menambahkan, prestasi yang telah diraih anak asuhnya dipastikan tidak membuat pembinaan jalan ditempat. “Yang kami kejar di sebuah event bukan hanya prestasi, tapi evaluasi juga. Pembinaan harus lebih ditingkatkan karena hasil ini hanya dijadikan sebagai barometer untuk menuju kesuksesan lebih besar lagi ke depan. Tentu saja muara dari seluruh kejuaraan dan pembinaan adalah prestasi bagi Banten di PON XX Papua 2020,” imbuhnya.

Ketua Harian Pengprov PASI Banten Asep Suhara menyatakan, regenerasi prestasi atletik Banten di kancah nasional harus dipertahankan. “Kita (PASI Banten-red) sudah menancapkan prestasi luar biasa di PON XIX Jawa Barat 2016 dengan raihan dua keping medali, yakni satu emas dan satu perunggu. Kami rasa ini tonggak sejarah atletik Banten dan kedepan tidak hanya dijaga, tapi  harus ditingkatkan. Nah, melalui atlet-atlet junior dan remaja inilah tonggak estafet prestasi atletik Banten akan berlanjut. Kami sangat berkomitmen melakukan pembinaan berjenjang untuk menuju prestasi lebih baik lagi,” ucapnya. (Andre Adisas Putra)