Banten Raih Juara Umum Festival Kaligrafi 2017

0
59
Ilustrasi

SERANG – Kabar membanggakan datang untuk masyarakat Banten. Ini menyusul diraihnya juara umum pada Festival Kaligrafi Islam Tingkat Nasional 2017 di Jakarta.

Pada festival bertajuk rahmatan lilalamin ini, Banten meraih total nilai 13 mengungguli Kalimantan Utara sebagai juara dua dengan total nilai tujuh. Juara tiga diraih oleh Jawa Timur, Jawa Barat, dan Riau dengan masih-masing total nilai enam. Urutan selanjutnya secara beruntun diraih Jambi, Bali, Sumatera Selatan, dan Jawa Barat.

Direktorat Penerangan Agama Islam Kementerian Agama Khoiruddin dalam sambutannya mengatakan, tidak ada yang dapat menyangkal sumbangsih Alquran dalam membangun tradisi tulis-baca di kalangan umat Islam. Kehadiran Islam telah mendorong revolusi perkembangan tradisi bangsa Arab. “Betapa tidak, ketika orang-orang Arab tengah asyik dengan tradisi verbal yang sangat mereka banggakan, wahyu pertama pun turun. Iqra’, bacalah!”. Wahyu perdana ini telah menghentakkan mereka dari tidur panjangnya,” katanya.

Menurutnya, perkembangan kaligrafi di Nusantara juga tak kalah menariknya. Dalam beberapa dekade terakhir, kaligrafi Islam mulai menjadi primadona. Tak hanya di kalangan santri pondok pesantren tapi juga akademisi, pejabat, pengusaha, dan sebagainya. “Kini tak sulit menemukan karya seni rupa kaligrafi Islam yang bertengger di berbagai tempat seperti masjid, gedung-gedung megah, rumah-rumah mewah, sekolah-sekolah, hingga gubuk reyot sekalipun. Inilah gambaran revolusi kaligrafi di Indonesia yang pada gilirannya melahirkan ribuan kaligrafer produktif,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, ada sejumlah kantong-kantong pengembangan kaligrafi di tanah air. Mulai dari perguruan tinggi, pondok pesantren, pembinaan kaligrafi berbasis di non-institusional. “Pembinaan model ini berjalan alami dan terkesan tanpa aturan baku. Pada model ini kita dapat menyebut komunitas Lengkong, Tangerang, Banten. Perkampungan ini dikenal sebagai perkampungan Khattat,” kata Khoiruddin.

Di Sukabumi, lanjutnya, ada pembinaan melalui pesantren eksklusif kaligrafi. Model ini dipelopori oleh pesantren Kaligrafi Alquran Lemka di Sukabumi. Pesantren model ini sangat efektif dalam menggerakkan gairah kawula muda untuk mempelajari seni kaligrafi dan mencetak kaligrafer-kaligrafer yang andal. “Dengan memperhatikan sentra-sentra pembinaan tersebut, maka kita patut optimistis untuk dapat mewujudkan Indonesia menjadi salah satu kiblat kaligrafi dunia, setelah Turki, Irak, dan Mesir,” katanya.

Sementara itu, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Provinsi Banten Irfan Santoso mengapresiasi semua pihak yang membantu kontingen Banten mendapat juara umum. “Hasil ini akan menjadi motivasi bagi Pemprov untuk terus melakukan pembinaan agar kita terus melakukan perbaikan dan perbaikan,” katanya. (Supriyono/RBG)