KARAWANG – Hari ini Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menggelar peringatan Hari Aksara Internasional di Lapangan Karangpawitan, Karawang, Jawa Barat, Sabtu (24/10/2015). Dalam acara yang dihadiri oleh Direktur Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan, Herman Syamsudin, Direktur Unesco Office Jakarta, Syahbaskhan, serta Gubernur, Bupati, Walikota Se Jawa Barat, dan sejumlah Kepala Daerah lainnya di Indonesia, termasuk Gubernur Banten Rano Karno yang dikabarkan akan mendapatkan penghargaan Aksara Utama dari Kemendikbud.

Dalam sambutannya, Direktur Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan, Herman Syamsudin, mengatakan, dalam sepuluh tahun terakhir, penurunan masyarakat yang buta aksara sangat signifikan. Dimana sebelumnya pada tahun 2004 sebanyak 15,4 juta penduduk yang mengalami tuna atau buta aksara, menjadi 7,54 juta pada tahun 2010.

“Sedangkan pada tahun 2014, jumlah penduduk Indonesia yang telah berhasil bebas tuna aksara mencapai 96,30 persen, sehingga yang masih tuna aksara tinggal sekitar 5,9 juta orang. Kemudian, disparitas antar provinsi menunjukan kemajuan yang signifikan, dimana hanya tersisa dua provinsi dengan presentase tuna aksara orang dewasa diatas 10 persen dan tersisa enam provinsi dengan jumlah tuna aksara diatas 200.000 orang,” papar Herman Syamsudin.

Herman melanjutkan, kendati upaya pengentasan buta aksara sudah signifikan, namun perlu terus dilakukan upaya pengentasan tersebut. Dan yang terpenting menurunya adalah meningkatkan kesadaran seluruh keluarga bahwa membaca harus dimulai dari rumah.

“Untuk memberikan apresiasi, dalam kesempatan ini akan diberikan sejumlah penghargaan Anugrah Aksara kepala Gubernur, Walikota dan Bupati, anugerah kepada lembaga, dan beberapa pengharaan lainnya,” ujar Herman.

Sementara itu, Suryadi selaku Kasi Bina Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan Dindik Provinsi Banten mengatakan, hari ini Gubernur Banten akan menerima anugerah aksara utama dari Kemendikbud. “Penghargaan lain untuk Provinsi Banten, akan diberikan kepada PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat), dan tutor,” kata Suryadi. (Bayu)