Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Banten, berhasil mengantarkan peserta perwakilan Banten menjadi juara tiga pada lomba Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat SMA tahun ini, yang berlangsung di Palembang beberapa waktu lalu. Dalam ajang ini, kontingen Banten berhasil mendapatkan lima medali emas, delapan perak, dan 13 perunggu.

Dalam kejuaraan itu, peserta dari Provinsi Banten mampu menduduki posisi ketiga dari mata pelajaran yang di perlombakan yaitu Matematika yang di perankan Vincent Tandya siswa asal SMK BPK Penabur Gading Serpong, Fisika oleh Sarah Alyaa Tsaabitah asal SMA Kharisma Bangsa dan Mario Lorenza asal SMAK BPK Penabur Gading Serpong.

Di mata pelajaran lain yakni Kimia oleh Abdullah Muqaddam asal MAN Insan Cendekia Serpong, Komputer oleh Prawiro Hadi asal SMAN 2 Tangerang Selatan, Biologi oleh Danang Dwi Prastyo asal SMA Kharisma Bangsa, Ihsan Fauzan asal MAN Insan Cendekia Serpong serta Rosyan Istikhor Amany asal SMA 2 Tangerang Selatan, Sedangkan Ekonomi oleh Muhammad Raihan siswa MAN Insan Cendekia dan Shafiyah Ayu Adzhani asal SMA Kharisma Bangsa

Kepala Dindik Provinsi Banten Engkos Kosasih Samanhudi mengungkapkan kegembiraanya atas prestasi tersebut. “Rating prestasi pendidikan di Banten terus naik,” ujar Engkos kepada Radar Banten dengan raut muka senang saat ditemui di Hotel Marbella Anyar, Selasa (24/5).

Engkos meyakini dengan kejuaraan itu akan membawa dampak positif bagi dunia pendidikan di Provinsi Banten. “Prestasi itu tidak lepas dari semangat dan peran guru,” katanya.

Engkos mengklaim, prestasi menunjukan kesadaran akan pentingnya pendidikan meningkat. Dengan demikian, Engkos menegaskan, siswa yang berprestasi harus menjadi perhatian bersama. “Prestasi siswa di kembangkan. OSN juga Banten masuk peringkat tiga,” sebutnya dengan bangga.

Kepala Bidang Pendidikan Menengah dan Tinggi (Dikmenti) Pada Dindik Banten Isnen menjelaskan, peserta yang mewakili Banten di OSN SMA merupakan siswa yang menjadi juara umum di tingkat Provinsi Banten. “Prestasi itu membuktikan Banten bisa menjadi juara,” katanya.

Sementara itu, dalam website resmi Kementerian dan Kebudayaan (Kemdikbud), Mendikbud Anies Baswedan menyatakan, revolusi teknologi selalu diawali dengan revolusi pemahaman sains. Teknologi adalah hasil penerapan dari pemahaman sains yang baru dan lebih mendalam. “Seringkali kita merasa ilmu murni tak membawa manfaat langsung pada keseharian kita, maka lalu kita lebih memilih mengutamakan ilmu dan riset terapan. Sejatinya, keduanya perlu berjalan beriringan,” ujar penggagas Program Indonesia Mengajar tersebut.

Pada ujungnya, menurut Mendikbud, yang perlu ditumbuhkan bukan sekedar penguasaan akan sains, tapi juga paradigma, pola pikir dan karakter ilmiah. “Seperti layaknya olahraga yang mendidikkan karakter pantang menyerah dan sportivitas, dan seni menumbuhkan kehalusan rasa dan kreativitas, sains juga dapat menjadi wahana penumbuhan nilai-nilai karakter positif,” tambah Mendikbud.

Empat karakter positif yang dapat ditumbuhkan oleh pembelajaran sains, menurut Anies adalah: 1. rasa ingin tahu yang besar; 2. kegemaran bereksperimen atau melakukan percobaan; 3. rasa skeptis yang positif, dimana seseorang tidak mudah percaya tanpa melakukan analisis yang ilmiah; dan 4. integritas atau kejujuran. “Kebiasaan keempat yang dapat ditumbuhkan lewat sains, mungkin adalah yang terpenting, yaitu kebiasaan menegakkan integritas. Kejujuran dalam sains sangat dijunjung tinggi,” kata Anies menambahkan. Integritas saat ini masih menjadi masalah besar di Indonesia. Mendikbud mencontohkan dalam perdagangan di dunia maya, sering kali laman e-commerce di luar negeri menolak melayani pembelian oleh orang Indonesia. Anies berharap generasi mendatang memiliki integritas yang tinggi.

Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Dikdasmen) Hamid Muhammad dalam laporannya menyebutkan bahwa OSN tahun 2016 ini diikuti oleh 1.579 siswa. “Tahun ini juga diikuti siswa-siswi dari madrasah, setelah sempat berpisah tahun 2009,” kata Hamid. Peserta dari tingkat SD akan berlomba di bidang Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Jenis lomba di tingkat SMP meliputi: Matematika, IPA, dan IPS. Untuk tingkat SMA, terdapat 9 cabang lomba yaitu: Matematika, Fisika, Kimia, Informatika/Komputer, Biologi, Astronomi, Ekonomi, kebumian, dan Geografi. (ADVERTORIAL/Dinas Pendidikan Provinsi Banten)