Banten Rawan Gempa, BMKG Bangun Stasiun Geofisika di Kabupaten Serang

Deputi Bidang Geofisika BMKG Muhamad Sadly

SERANG – Badan Meteorologi Klamatologi dan Geofisika (BMKG) menilai daerah Provinsi Banten rawan dilanda bencana alam gempa bumi. Bahkan, gempa megathrust sangat berpotensi terjadi di Banten.

Melihat hal tersebut, BMKG berencana akan membangun stasiun geofisika di Kabupaten Serang. Rencananya pembangunan tersebut akan dilakukan tahun ini.

Deputi Bidang Geofisika BMKG Muhamad Sadly menjelaskan, saat ini stasiun geofisika berada di Tangerang. Rencanannya, stasiun geofisika yang akan dibangun di Kabupaten Serang tersebut merupakan pindahan dari Tangerang.

Keputusan pemindahan stasiun pengawasan bencana gempa bumi itu dilakukan mengingat belum adanya stasiun geofisika di Kabupaten Serang serta daerah tersebut dinilai lebih dekat dengan daerah-daerah yang rawan menjadi titik pusat gempa, seperti Kabupaten Lebak.

“Kita ingin membantu provinsi Banten memonitor, kalau terjadi gempa kita bisa cepat memberikan informasi gempa,” kata Sadly, Kamis (22/3).

Selain itu, dengan adanya stasiun geofisika di Kabupaten Serang, pemerintah serta masyarakat bisa lebih cepat mendapatkan informasi saat terjadinya gempa, serta bisa melakukan mitigasi bencana.

“Daerah kita rawan gempa, tapi bukan berarti harus lari. Kita hadapi dengan kesiapsiagaan,” katanya.

Sesuai kajian, rencananya, BMKG akan membangun stasiun geofisika di Kabupaten Serang bagian utara. Ada tiga wilayah yang sudah dianalisa. Namun Sadly belum bisa menjelaskan daerah-daerah tersebut.

Kendala yang dihadapi BMKG dalam pembangunan stasiun geofisika tersebut adalah tersedianya lahan. Karena itu, BMKG meminta dukungan Pemprov Banten untuk mengatasi persoalan tersebut.

“Respon gubernur bagus, karena Pemprov Banten pun butuh data, butuh informasi,” katanya.

Gedung-gedung stasiun geofisika yang berada di Tangerang menurut Sadly rencananya akan menjadi kampus geofisika.

Sementara itu, Gubernur Banten Wahidin Halim menjelaskan, BMKG sudah menyampaikan hal tersebut kepada dirinya. Pemerintah akan memfasilitasi rencana tersebut.

“Soal tanah, mereka punya uangnya, kita hanya bantu saja,” kata Wahidin Halim. (Bayu Mulyana/coffeandhcococake@gmail.com)