Atlet tenis meja junior Banten berlatih intensif di aula Akper Pemda Kabupaten Serang, Jumat (7/7) sore.

SERANG – Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Banten telah menyiapkan delapan atlet junior terbaik untuk tampil di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Junior Tenis Meja Junior 2017. Pada single event yang akan dilangsungkan di Manado, Sulawesi Utara (Sultra), 15-19 Juli, Pengprov PTMSI Banten tak ingin sesumbar. Sekeping medali emas menjadi target tim Banten.

Delapan atlet yang disiapkan, yakni empat atlet putra dan empat atlet putri. Empat atlet putra adalah Rahmat Pakaya, Dimas, Imam, dan Naufal Raihan. Sementara empat atlet putri, yakni Galuh Sekar Kinasih, Al-Isra Pakaya, Sasena, dan Windy.

Ketua Pengprov PTMSI Banten Uli Hasuri mengatakan, target sekeping medali emas pada kejurnas nanti sudah sangat realistis. Itu melihat pesaing yang akan mereka hadapi seperti Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Timur dan tuan rumah Sultra yang telah memiliki sekolah khusus tenis meja tentu lebih diunggulkan dibandingkan atlet Banten.

“Kami sudah mengukur kemampuan serta kekuatan dengan atlet provinsi lain. Jadi, kami hanya bisa menargetkan satu medali emas saja. Tidak muluk-muluklah, yang penting atlet kami bisa bersaing,” kata Uli kepada Radar Banten ketika memantau jalannya latihan atlet di aula Akper Pemda Kabupaten Serang, Jumat (7/7) sore.

Uli menambahkan, pada kejurnas nanti akan mempertandingkan tiga kategori, yakni junior, kadet, dan pemula. Namun, Banten hanya akan ambil bagian di kategori junior. “Kami menilai kategori junior memiliki kans untuk bersaing dan berprestasi. Beberapa atlet junior kami merupakan kekuatan Banten di Pra-PON 2015. Meski lolos secara kuota ke PON, tidak lolos dari target yang ditetapkan KONI Banten. Pengalaman dan jam terbang sudah cukup matang. Khususnya Rahmat Pakaya yang merupakan juara Popnas 2015 di Jawa Barat. Untuk itu, kami hanya berani mengusung target minimal sekeping medali emas di kategori putra. Namun, tidak menutup kemungkinan atlet putri dan atlet putra lainnya juga mampu membuat kejutan,” imbuhnya.

Tidak hanya diterjunkan di kejurnas saja, kedelapan atlet tersebut juga dipersiapkan untuk program jangka panjang Pengprov PTMSI Banten sebagai gambaran peta kekuatan Banten menghadapi PON XX Papua 2020. “Di PON Papua nanti cabor tenis meja akan mulai menerapkan aturan batasan usia atlet. Untuk itu, kami harus mulai menata kekuatan dari atlet junior untuk PON Papua,” tutur Uli.

Sementara itu, Pelatih Tenis Meja Putri Banten Beatrix Pieterz optimistis, melihat kualitas atlet junior yang dimiliki Banten saat ini, Rahmat cs mampu bersaing dan meraih prestasi. “Atlet putra memiliki kans besar untuk meraih prestasi, atlet putri juga berpeluang. Secara kualitas jelas atlet putra lebih matang. Kualitas mereka terus meningkat dan dari beberapa games yang dijalani selalu meraih kemenangan. Kami harap puncak performanya terjadi di kejurnas nanti,” ucapnya didampingi Pelatih Tenis Meja Putra Banten Ronny Pakaya. (Andre AP)