Atlet paralayang Banten, Risman Supriyadi menjalani latihan rutin di Gunung Mas, Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat jelang tampil pada Paralayang KTM Kapolda Jabar Cup 2018, Rabu (11/4) sore. Foto: Paralayang Banten

SERANG – Sebanyak 15 atlet paralayang Banten sedang menggelar pemusatan pelatihan jelang mengikuti Kejuaraan Paralayang Ketepatan Mendarat (KTM) Kapolda Jawa Barat (Jabar) Cup 2018. Pada single event yang akan berlangsung di Gunung Putri, Garut, 19-22 April mendatang, tim paralayang Banten enggen mengusung target.

Ke-15 atlet yang disiapkan terbagi dalam dua kategori, yakni senior dan junior. Pada kategori senior, Banten menerjunkan tujuh atlet, yaitu Ari Prayogo, Irvan Winarya, Aris Afriansyah, Risman Supriyadi, Agus Salim, Suherman, dan Mulyana. Sedangkan pada kategori junior, Banten menerjunkan delapan atlet, yaitu Jaka, Kevin, Hamdul, Satria, Erwin, Ayu, Novi, dan Utep Sukandar.

Saat ini, kelima belas atlet paralayang Banten tersebut secara intens menjalani pemusatan pelatihan di Gunung Mas, Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kejuaraan ini nakan mempertandingkan dua kategori, yakni KTM perorangan dan beregu.

Ketua Umum Paralayang Banten, AKP Asep Renggana mengatakan, pada kejurnas tersebut pihaknya memang tidak mengusung target yang muluk-muluk. Soalnya saat ini semakin banyak atlet paralayang yang mulai bermunculan di seluruh provinsi. “Kami belum tahu secara pasti kekuatan lawan karena banyak atlet baru. Meski atlet baru, tapi kita tidak bisa memandang sebelah mata. Untuk itu kami belum mau membicarakan target,” kata pria yang akrab disapa Areng kepada Radar Banten saat ditemui di sekretariat KONI Banten, Cipocokjaya, Kota Serang, Rabu (11/4) siang.

Areng menambahkan, sasaran utama pihaknya di kejuaraan ini adalah untuk menambah jam terbang serta pengalaman atlet. “Sebenarnya kejuaraan ini tidak menjadi barometer kualitas atlet Banten. Hanya saja kami merasa terbebani seandainya tidak ambil bagian di kejuaraan ini karena setiap hari atlet Banten latihan di daerah Jawa Barat. Alangkah tidak sopan kalau kita tidak ikut,” imbuhnya.

Selain hanya untuk menambah jam terbang dan pengalaman atlet, terutama atlet junior, ajang ini juga sekaligus untuk ajang adaptasi atlet dengan parasut baru. “Kebetulan kami baru beli parasut baru dan event ini merupakan untuk pertama kali atlet menggunakannya. Biar mereka beradaptasi dulu dengan perlatan baru,” terang Areng.

Sementara itu, Pelatih Paralayang Banten, Anwar Permana menyatakan, meski tanpa dibebani target namun dipastikan seluruh atlet akan tampil semaksimal mungkin. Bila bicara tentang persaingan, tiga tim asal Pulau Jawa, yakni Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat akan menjadi pesaing utama.

“Peluang tetap ada, terutama di kategori senior. Sedangkan untuk kategori junior kita mengandalkan Kevin. Untuk kualitas atlet terus menunjukkan peningkatan. Tidak hanya kualitas, tapi juga semangat latihannya sangat luar biasa. Mudah-mudahan anak-anak bisa bersaing dan memberi yang terbaik bagi Banten di kejuaraan nanti,” ucapnya singkat. (dre/ibm/ags/RBG)