Atlet terbang layang Banten Agus Susanto (dalam pesawat) tengah bersiap-siap melakukan penerbangan pada sesi latihan di Lanud Suryadarma, Kalijati, Subang, Jabar, Rabu (22/3) sore. Foto: Radar Banten

SERANG – Lima atlet terbang layang Banten saat ini tengah fokus menjalani training center (TC) di Lintasan Udara (Lanud) Suryadarma, Kalijati, Subang, Jawa Barat (Jabar). Kelima atlet tersebut disiapkan untuk tampil pada kejuaraan nasional (Kejurnas) Terbang Layang 2017 yang akan dihelat di Lanud Suryadarma, Kalijati, Subang, Jabar, pada 1-6 April mendatang.

Kelima atlet tersebut, yakni Adam Bilawa, Agus Susanto, Tri Kahono, Dewi Novianti, dan Atin Komalasari. Mereka akan tampil di dua kelas yang dipertandingkan, yakni duration flight (terbang lama) perorangan putra-putri menggunakan schweizer SGS 1-26 dan SGU2-22 dan precision landing (ketepatan mendarat) perorangan putra-putri menggunakan schweizer SGS 1-26 dan SGU 2-22.

Manajer Tim Terbang Layang Banten Santi Rosanti mengatakan, sejauh ini kesiapan tim Banten memuaskan dan terus menunjukkan grafis peningkatan. Itu terlihat dari penguasaan pesawat dan manuver yang dilakukan atlet di udara untuk mencari termal (udara panas yang membubung naik) untuk menjaga keseimbangan.

“Yang terlihat sangat menjajikan adalah di kelas duration flight. Ini juga merupakan kelas unggulan Banten untuk mengambil medali emas,” kata Santi ketika dihubungi melalui telepon, Rabu (29/3).

Peluang atlet Banten untuk meraih medali terbuka lebar. Bukan hanya kualitas yang terus menunjukkan grafik peningkatan, akan tetapi penguasaan venue juga menjadi faktor pendukung. “Anak-anak kita kan memang latihan rutin di Lanud Suryadarma. Mau ada kejuaraan atau tidak, kita memang latihan di sini (Lanud Suryadarma-red). Bahkan pesawat kita juga disimpan di hanggar (garasi pesawat-red) Lanud Suryadarma. Jadi, secara venue, sudah dikuasai lah,” imbuh Santi.

Bila berkaca pada hasil yang diraih pada PON XIX Jabar 2016, tim terbang layang Banten hanya mampu meraih sekeping medali perunggu yang disumbang Atin Komalasari dari kelas duration flight putri.

Namun, di kejurnas ini, Adam Bilawa yang notabene merupakan peraih medali emas di kelas duration flight putra juga memiliki kans untuk meraih medali emas. “Adam memiliki tekad untuk menebus kegagalannya mempertahankan medali emas di PON XIX Jabar 2016. Mudah-mudahan tidak hanya Adam dan Atin saja yang meraih medali, tapi dari atlet lainnya juga mampu membuat kejutan,” tuturnya.

Pelatih Terbang Layang Banten Yudi Hadiansyah menyatakan, dari segi performa atlet, pihaknya optimistis tim Banten mampu memperbaiki prestasi melampaui capaian PON lalu. “Atin semakin matang dan Adam sudah menemukan lagi puncak performanya. Mudah-mudahan penampilan atlet tetap stabil hingga kejurnas dilangsungkan. Mampu tampil seperti saat TC, saya yakin ada medali emas yang mampu kita bawa pulang,” ucapnya.

Persaingan ketat, lanjutnya, diprediksi akan terjadi pada sorty (penerbangan) kedua atau partai final kelas duration flight. Selain dibutuhkan konsentrasi, atlet juga harus mampu menahan emosi agar bisa dengan cermat membaca termal untuk menjaga kestabilan peswat.

“Ini sebenarnya kelas spesialis Adam. Pada PON XVIII Riau 2012, Adam sukses meraih medali emas di kelas ini. Di kejurnas nanti, kalau Adam bisa mendapatkan termal dan mampu bertahan lama di udara, tidak mustahil medali emas mampu kita raih. Tapi, untuk mendapatkan termal itu tidak mudah, harus fokus dan konsentrasi tinggi,” tandas Yudi. (Andre AP/Radar Banten)