Banten Usulkan Penambahan 4 RS Rujukan

0
3.988 views
Foto : Iwan tri wahyudi/ FAJAR INDONESIA NETWORK : Sejumlah penumpang diperiksa suhu tubuhnya dan mempergunakan masker pada saat mempergunakan transportasi umum Mass Rapid Transit (MRT) di Stasiun Bundaran HI Jakarta, Jumat (6/3/2020). Penumpang dengan gejala demam tinggi dilarang masuk dalam lingkungan MRT sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona Covid-19.

SERANG – Memiliki banyak pintu masuk, Banten termasuk wilayah yang beresiko tinggi terpapar virus corona (covid-19). Meskipun belum ditemukan kasus corona di Tanah Jawara ini, tetapi Pemprov Banten mengusulkan penambahan jumlah rumah sakit (RS) rujukan di Banten ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Hal itu disampaikan Kepala Dinkes Banten dr Ati Pramudji Hastuti. “Kami usulkan penambahan empat RS, tapi belum bisa kami umumkan namanya karena belum pasti,” ujar Ati saat menghadiri Perspektif dengan tema Banten Waspada Corona di studio Banten TV, Graha Pena Radar Banten, Jumat (6/3).

Ati mengungkapkan, dari 100 RS rujukan yang ditentukan Kemenkes, di Banten hanya ada dua RS yakni RSUD Kota Tangerang dan RSUD dr DraDjat Prawiranegara. Jumlah ruang isolasi di masing-masing RS tersebut hanya empat unit. Kata dia, untuk perlengkapan ruang isolasi memang tidak bisa sembarangan, makanya jumlahnya belum banyak. “Kalaupun pandemi, ini juga kalaupun, tapi tentu tidak kita harapkan, penambahan akan dilakukan,” tuturnya.

Ati mengatakan, keempat RS itu diusulkan karena melihat fasilitas yang ada di fasilitas dan kesiapan kesehatan tersebut. Nantinya, yang menentukan RS tersebut dapat menjadi RS rujukan adalah Kemenkes. Namun, sebelumnya, Dinkes akan memverifikasi, visitasi, dan validasi terlebih dahulu persyaratan keempat RS tersebut. “Permintaannya baru hari ini (kemarin-red),” ujarnya.

Mantan Direktur RSUD Balaraja ini juga mengatakan, penambahan ruang isolasi akan dilakukan di RSUD Kota Serang. Yang semula hanya ada empat ruang isolasi, bertambah menjadi tujuh ruang. Hanya saja, prosesnya sedang dipersiapkan.

Ia melanjutkan, secara keseluruhan ada 113 RS yang di Banten yang siap siaga menghadapi corona. Di luar dua RS yang sudah ditetapkan Kemenkes sebagai RS rujukan, selebihnya sebanyak 111 RS melakukan pemantauan.

Ati mengimbau masyarakat tidak perlu panik. Di iklim tropis seperti Indonesia yakni di atas 30 derajat Celcius, virus corona tidak akan bertahan lebih dari dua jam. Sedangkan di cuaca dingin, viris bisa bertahan hingga 28 hari. “Yang terpenting terapkan perilaku hidup bersih dan sehat, makan makanan yang bergizi, mencuci tangan, dan jangan lupa berolahraga,” tuturnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Radar Banten, empat RS yang diusulkan Pemprov menjadi RS rujukan adalah RSUD Banten, RSUD Cilegon, RSUD Kota Serang dan RSUD Balaraja.

Terpisah, Dokter Spesialis Paru di RSUD dr Dradjat Prawiranegara Erfin Muhapril juga mengatakan, pencegahan lebih baik dari pengobatan. “Daya tahan tubuh dan stamina yang oke, bisa mencegah penyakit,” ujarnya.

Ia mengimbau, apabila sudah merasa sakit, jangan sampai menunggu sakit berat. Terkait minuman rempah, Erfin mengatakan, hal itu dikembalikan kepada individu masing-masing. “Yang pasti gizi harus seimbang, menjaga prilaku hidup bersih dan sehat. Kalau mau minuman rempah-rempah silahkan, tapi kalau tidak juga tidak apa-apa,” terangnya. (nna/fin/air/ags)