Banting Setir, Bus Damri Terguling

0
1.034 views
Anggota Satlantas Polres Pandeglang mengamankan arus lalulintas di TKP kecelakaan Bus Damri, Kecamatan Saketi, Kabupaten Pandeglang, Sabtu (29/2) sore.

PANDEGLANG – Dua orang tewas dan belasan orang luka-luka dalam kecelakaan maut di Jalan Pandeglang-Labuan, Kampung Kadubelang, Desa Sodong, Kecamatan Saketi, Sabtu (29/2).

Kecelakaan maut itu terjadi sekira pukul 15.30 WIB. Sebelumnya, bus Damri bernopol A 7912 A melaju dari arah Labuan menuju Pandeglang.

Dari arah berlawanan dua unit motor melaju kencang. Yakni, motor Honda Beat nopol A 6266 JD yang dikemudikan oleh Aris Maulana (13) dan pengemudi motor Honda Supra X nopol B 6529 LB yang belum diketahui identitas.

Saat di lokasi kejadian, kedua motor bersenggolan. Senggolan menyebabkan Aris terjatuh di lajur kanan. Akibatnya, pelajar SMP asal Kampung Kadupayung, Desa Palembang, Kecamatan Cisata, Kabupaten Pandeglang itu tewas seketika.

Pengemudi bus Damri bernama Eli Anton yang mengetahui kejadian itu berusaha menghindar. Dia banting setir ke kanan. Namun, bus justru tergelincir dan terguling. “Bus itu melaju tidak cepat, namun karena menghindari dua remaja pengendara hingga oleng dan terguling,” kata Dedi, warga setempat.

Akibatnya, salah satu penumpang bernama Eni Nuraenai (58) terlempar keluar bus. Kepala SDN Cilanbanbulan 1, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandenglang itu pun tewas. Sementara belasan penumpang lain mengalami luka-luka. “Kini sedang melakukan penyelidikan, apakah peristiwa itu akibat kelalaian atau ada unsur kesengajaan,” kata Kapolres Pandeglang  Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Sofwan Hermanto, Minggu (1/3).

Dikatakan Sofwan, kedua korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. “Jenazah korban sudah dimakamkan di kediamannya masing-masing,” katanya. (her/nda/ags)