Bantuan Perbaikan SDN Bugel Berasal dari CSR Dua Perusahaan

0
73
Bupati Ratu Tatu Chasanah berbincang dengan Dandim 0602/Serang Letkol Czi Harry Praptomo sambil memantau proses pembangunan ruang kelas SDN Bugel di Desa Pasirlimus, Kecamatan Pamarayan, Selasa (19/9). FOTO: ROZAK/RADAR BANTEN

PAMARAYAN – Pemkab Serang mulai bisa bernapas lega. Ruang kelas SDN Bugel di Desa Pasir Limus, Kecamatan Pamarayan, yang mengalami rusak berat akhirnya mendapatkan bantuan perbaikan. Bantuan anggaran berasal dari corporate social responsibilty (CSR) dari dua perusahaan. Yakni, dari Bank Bjb dan PT Paradoks Jakarta senilai Rp578 juta.

Selasa (19/9) sekira pukul 11.00 WIB, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah menyerahkan bantuan dari dua perusahaan itu secara simbolis kepada pihak sekolah. Kehadiran Tatu sekaligus memantau proses perbaikan ruang kelas yang dilaksanakan oleh Kodim 0602 Serang. Rehabilitasi ruang kelas mulai memasuki tahap penyelesaian dinding ruangan.

Tatu menyambut baik perhatian dua perusahaan terhadap kondisi ruang kelas di SDN Bugel yang dinilai sudah memprihatinkan. Alokasi untuk kegiatan rehabilitasi tiga ruang kelas dan satu gudang SDN Bugel itu, diungkapkan Tatu, berasal dari CSR Bank Bjb Rp465 juta dan dari CSR PT Paradoks Jakarta Rp113 juta. “Dari PT Paradoks ini disalurkan melalui Pattiro (Pusat Telaah Informasi Regional) Banten,” ungkap Tatu usai penyerahan bantuan, Selasa (19/9).

Untuk pengerjaannya, kata Tatu, selain dari Kodim 0602 Serang juga dari tim teknisi. “Ini juga (bantuan CSR-red) untuk rehab empat ruang kelas lainnya. Tapi, hanya rehab ringan saja di bagian atap,” ujar politikus Golkar tersebut.

Tatu juga berjanji untuk mengupayakan bantuan mebel untuk SDN Bugel. Mengingat kondisi bangku belajar di SDN Bugel sudah pada rusak. Bantuan, kata Tatu, rencananya diperoleh dari PT Indah Kiat Pulp and Paper (IKPP). “Ada di Indah Kiat (PT IKPP-red) CSR untuk bangku sekolah. Kualitasnya bagus. Saya sudah komunikasi dengan pihak perusahaan, katanya masih tersedia,” kata Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Banten itu.

Tatu mengakui, masih banyak ruang kelas rusak di sekolah yang ada di Kabupaten Serang. Untuk menyelesaikan perbaikan ruang kelas itu, menurut Tatu, tidak bisa hanya mengandalkan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) saja karena anggaran terbatas. Pemkab memerlukan dukungan anggaran lainnya seperti dari APBD provinsi hingga APBN di pemerintah pusat selain dari CSR. “Kita juga dapat bantuan stimulan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dari DAK (dana alokasi khusus). Tahun 2018, kita juga dapat bantuan dari DAK untuk merehab 97 ruang kelas,” tandasnya.

Di tempat yang sama, Kepala SDN Bugel Muhammad Rais menyambut baik bantuan yang mengalir ke sekolahnya. Menurut Rais, ruang kelas yang direhabilitasi nanti akan menambah kenyamanan dan keamanan siswa saat melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM). Proses rehabilitasi ruang kelas, kata Rais, akan berlangsung selama tiga bulan ke depan. Selama proses pengerjaan, kegiatan belajar mengajar dialihkan ke ruang kelas yang masih layak. “Kalau kelas II, itu digilir sama kelas I. Kalau kelas III, di perpustakaan,” terangnya. (Rozak/RBG)