Banur Mundur dari Kursi Pelatih Tim Pra-PON Sepak Bola

Tim Pra PON
Skuat Pra-PON Banten ketika menjalani Pelatda Pra-PON beberapa waktu lalu di Stadion Maulana Yusuf, Ciceri, Kota Serang. (Dok: RB)

SERANG – Nasib skuat Pra-PON Sepak Bola Banten semakin suram. Hingga saat ini Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Banten masih bingung dan belum memastikan keikutsertaan tim Banten di Pra-PON. Di tengah kemelut tersebut, muncul problem baru dengan hengkanya Kepala Pelatih Bambang Nurdiansyah dari skuat.

Pria yang akrab disapa Banur memilih menerima pinangan PS Polri. Banur akan menukangi PS Polri untuk mengarungi kompetisi yang akan digulirkan Mabes Polri pada medio Februari nanti dengan tajuk Piala Bhayangkara. Bahkan Banur memboyong asisten pelatih Pra-PON Iskandar ke PS Polri.

Saat dihubungi, Banur mengaku, ketidakjelasan keikutsertaan Banten di Pra-PON membuat dirinya harus mengambil sikap sepihak. “Saya lagi nanganin PS Polri. Mau gimana lagi, Banten sendiri belum ada kejelasan. Silakan cari solusi. Kalau saya tidak bisa karena terikat kontrak bersama PS Polri hingga Piala Bhayangkara berakhir akhir Maret nanti. Sedangkan Pra-PON direncanakan digelar 20-30 Maret. Bentrok jadwalnya,” kata Banur kepada Harian Radar Banten, Selasa (2/2/2016).

Banur menambahkan, meskipun dirinya tidak bisa mendampingi tim Pra-PON, tapi ia yakin Banten masih memiliki banyak pelatih berkualitas. “Jangan salah, Imam Riyadi juga sudah layak memimpin tim profesional. Saya rasa Imam juga pantas dipercaya menangani tim Pra-PON Banten,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Manajer Pra-PON Banten Yudhi Apriyanto mengaku, dengan situasi seperti ini membuat dirinya merasa pesimistis tim Banten akan lolos menuju PON XIX Jawa Barat. Apalagi Banten berada di salah satu grup neraka. “Kalau lolos, itu luar biasa. Kalau mau ikut harus mempersiapkan diri sedini mungkin. Mau kapan lagi ngumpulin pemain. Tim sekelas apa pun harus ada persiapan dari sekarang. Jawa Barat saja yang sudah pasti lolos PON sudah melakukan persiapan. Jangan salah, tim yang berada di Grup A bersama Banten memiliki tradisi juara, seperti DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, DI Jogjakarta,” ucapnya.

Beberapa waktu lalu, ia mengatakan sudah berusaha berkomunikasi dengan manajer tim dan Sekretaris Jenderal Asprov PSSI Banten. “Tapi sampai sekarang belum ada tanggapan yang signifikan. Saya lihat ada yang tidak beres ini. Untuk itu saya berharap secepatnya Asprov duduk bersama untuk segera mengambil sikap. Kasihan juga pemain yang menunggu kejelasan. Apalagi kita sudah tidak punya pelatih. Ayolah segera komunikasi,” tutup Yudhi. (RB/dre/air/ags)