Banyak Nakes Ogah Divaksin

0
1292
PEMERIKSAAN: Tenaga kesehatan melakukan pemeriksaan tensi sebelum vaksinasi, di RS Drajat Prawiranegara, Kota Serang, Kamis (28/1). QODRAT/RADAR BANTEN

CILEGON – Sejumlah tenaga kesehatan (nakes) di Kota Cilegon belum mau mengikuti vaksinasi Covid-19 karena masih ragu. Mereka ragu atas dampak medis pasca disuntik vaksin Covid-19. Tak hanya di Cilegon, di Kota Serang pun sejumlah nakes masih ogah untuk disuntik vaksin yang diproduksi Sinovac tersebut.

Salah satu nakes yang enggan disebutkan namanya di Kota Cilegon mengaku, keraguan itu muncul karena terdapat sejumlah informasi beredar jika usai menjalani vaksinasi mengalami gangguan kesehatan.

“Ada yang meriang, ada yang lemes, macam-macam kan info yang beredar,” ujarnya kepada Radar Banten, kemarin.

Menurutnya, wajar jika nakes ragu karena Covid-19 merupakan hal baru kemudian vaksin pun belum diketahui secara pasti kandungannya.

Hal senada diutarakan oleh nakes lainnya. Menurutnya, bisa jadi yang tidak merasakan dampak negatif usai divaksin karena imunitas tubuhnya bagus.

“Mungkin saja kan yang meriang atau yang merasa sakit usai vaksin karena imunnya rendah,” ujarnya.

Ia mengaku masih mempertimbangkan banyak hal dan ingin memantapkan diri sebelum benar-benar disuntik vaksin.

Di Kota Serang, terdapat tiga nakes tanpa alasan tidak mengikuti vaksinasi. Sayangnya, Dinas Kesehatan tidak memberikan identitas ketiga nakes yang dimaksud. “Berdasarkan laporan dari Kepala Dinas Kesehatan ada tiga nakes yang tanpa alasan tidak mengikuti vaksinasi,” ujar Sekretaris Daerah Kota Serang Nanang Saefudin kepada wartawan, kemarin.

Dikatakan Nanang, seharusnya nakes menjadi contoh mengikuti vaksinasi. Selesai nakes, vaksinasi akan dilanjutkan kepada aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat umum. “Saya meminta kepada Kepala Dinas Kesehatan untuk mengejar yang tiga orang nakes. Memintai penjelasan ketidakikutsertaan dalam program vaksinasiasi,” katanya.

“Bukan soal tiga orangnya tapi nakes seharusnya menjadi contoh bagi masyarakat,” tambah Nanang.

Sementara itu, Kepala Bidang Komunikasi Publik Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kota Serang, W Hari Pamungkas mengatakan, secara keseluruhan capaian kumulatif vaksinasi nakes di Kota Serang yang berlangsung sejak 19 Januari 2021 dari sasaran sebanyak 3.277 nakes sebanyak 1.813 nakes telah melakukan vaksinasi atau 56,1 persen dilakukan di 33 fasilitas layanan kesehatan. “Ada 99 nakes yang tidak menjalani vaksinasi, 24 nakes ditunda, dan tiga orang tidak hadir tanpa alasan,” katanya.

Kata Hari, 99 nakes tidak divaksin disebabkan beberapa alasan seperti, nakes positif Covid-19, memiliki penyakit penyerta, ibu menyusui, ibu hamil, asma, alergi obat dan penyakit jantung. “Kalau nakes yang ditunda itu dikarenakan batuk pilek, hipertensi, menunggu hasil swab, demam, asam urat, alergi. Tiga orang yang tidak hadir dalam vaksinasi itu yang tadi minta ditelusuri oleh Pak Sekda, ke Kadinkes,” terangnya.

TINGKATKAN SOSIALISASI

Terpisah, Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy memastikan semua tenaga kesehatan yang memenuhi persyaratan wajib disuntik vaksin covid, lantaran mereka garda terdepan dalam penanganan dan pencegahan Covid-19. “Kenapa tenaga kesehatan diprioritaskan, karena itu bagian dari sosialisasi vaksinasi kepada masyarakat untuk menekan penyebaran Covid,” kata Andika kepada wartawan, kemarin.

Terkait ada beberapa nakes di kabupaten/kota yang enggan divaksin, Andika meminta dinas kesehatan provinsi dan kabupaten/kota untuk meningkatkan sosialisasi. Sebab hanya nakes yang sehat yang diperbolehkan disuntik vaksin. “Dalam perda Covid telah di atur semuanya, termasuk nakes yang melanggar aturan penanganan Covid ada sanksinya,” ungkapnya.

Andika mengimbau semua warga Banten untuk tidak percaya hoax terkait vaksin Covid-19. “Memang banyak berita bohong terkait vaksin covid, sehingga banyak warga yang menyampaikan penolakan. Padahal tahapannya untuk nakes dulu baru kepada masyarakat,” bebernya. (bam-fdr-den/air)