Banyak PJU Rusak, Sebagian Wilayah Serang Gelap

Pengendara melintas di Jalan Ki Ajurum, Cipocokjaya, Kota Serang, yang gelap karena tidak ada penerangan jalan umum (PJU), Minggu (20/8) malam. FOTO: QODRAT /RADAR BANTEN

SERANG – Sebagian wilayah Serang masih gelap karena tidak berfungsinya lampu penerangan jalan umum (PJU). Kondisi yang gelap itu rawan tindak kejahatan dan kecelakaan lalu lintas.

Kepala Bidang Teknik Sarana dan Prasarana Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Serang Herman Gunawan mengatakan, PJU di Kota Serang baru menjadi kewenangan Dishub sejak awal tahun lalu. “Saat ini, kami sedang menginventarisasi PJU mana saja yang milik Pemkot Serang dan yang bukan,” ujarnya kepada Radar Banten, Senin (21/8).

Kata dia, pihaknya hanya dapat melakukan pemeliharaan terhadap PJU yang merupakan aset Pemkot. Ia memprediksi ada 15 sampai 20 persen PJU di Kota Serang yang rusak. Kerusakan itu bisa dari lampu atau kabel. Bahkan di Lingkungan Ciloang, Kecamatan Cipocokjaya, kabel PJU hilang.

“Ada beberapa laporan dari warga yang masuk ke kami terkait PJU di lingkungannya yang rusak,” ungkapnya.

Pada APBD Perubahan nanti, pihaknya sudah mengusulkan anggaran untuk perbaikan PJU tersebut.

Pada APBD murni tahun ini, tambah Herman, pihaknya sudah memperbaiki puluhan lokasi PJU di jalan protokol Kota Serang. Lampu yang digunakan pada PJU di jalan protokol sudah menggunakan LED.

Kata dia, gelapnya sejumlah ruas jalan bukan hanya karena PJU yang rusak, tapi karena memang ada sejumlah wilayah yang belum dipasang PJU. “Kami akan usulkan untuk pemasangan baru bagi wilayah yang belum ada PJU untuk kenyamanan dan keamanan warga,” ujar Herman.

Sementara, Kasi Penerangan Jalan Umum Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Serang Zul Melaz mengatakan, jumlah PJU di wilayah Kabupaten Serang berjumlah 6.440 PJU. “Semuanya terpelihara. Tidak ada yang mati,” klaimnya kepada Radar Banten melalui telepon seluler.

Menurut Zul, 6.440 PJU tersebar di seluruh ruas jalan poros kabupaten, provinsi, dan nasional. Namun, ia tidak bisa menyebutkan berapa kebutuhan PJU di Kabupaten Serang. “Yang pasti, kita masih banyak kekurangan PJU. Kalau berapa kebutuhannya, harus dengan data survei di lapangan. Saat ini terus kita lakukan survei kebutuhan PJU,” ujarnya.

Untuk pengadaan PJU, kata Zul, kewenangannya sesuai dengan status jalan. Setiap tahun Dishub melakukan pengadaan PJU di lebih dari 200 titik. “Dari bantuan Pemprov ada 110 PJU. Jadi, semuanya lebih dari 310 titik,” terangnya.

Untuk pengadaan PJU di jalan nasional, Zul mengaku sudah mengajukan kepada Kementerian Perhubungan. Salah satunya, pengadaan PJU di Jalan Raya Serang-Jakarta, Kecamatan Kibin. “Waktu itu sudah disurvei oleh kementerian. Sudah mau pengadaan,” jelasnya.

Sebelumnya, sebuah truk kontainer terbalik di Jalan Raya Serang-Cilegon, Desa Serdang, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, pada Jumat (18/8). Badan truk menutupi badan jalan setelah menghantam median jalan sekira pukul 05.30 WIB.

Salah seorang warga, Mastuni, mengatakan, kendaraan menabrak median jalan sering terjadi di lokasi tersebut. Penerangan jalan umum yang minim membuat pandangan sopir terganggu dan tidak melihat median jalan. “Karena minim penerangan, jalan jadi gelap. Padahal, sudah beberapa kali diajukan PJU ,” keluhnya. (Rostinah-Rozak/RBG)