Barang Bukti Laka Lantas di Polres Serang Tak Terurus

Puluhan kendaraan bermotor dan mobil barang bukti laka lantas di Polres Serang tidak terurus, Jumat (13/1).

SERANG – Puluhan kendaraan bermotor dan mobil yang menjadi barang bukti laka lantas pada Polres Serang terlihat tak terurus. Pantauan Radar Banten, sebagian kendaraan berkarat, dan ada juga yang terlihat menyatu dengan rumput liar, Jumat (13/1).

Kanit Laka Polres Serang Iptu Reski Parsinovandi menerangkan, berdasarkan data laporan tahanan dan barang bukti laka lantas Polres Serang pada Desember 2016. Tercatat sebanyak 344 barang bukti kendaraan dari berbagai jenis yang keluar masuk Mapolres Serang.

Kini, masih terdapat belasan kendaraan mobil yang rusak akibat kecelakaan di Mapolres Serang masih terparkir di sebelah selatan lapangan uji SIM motor. Beberapa di antaranya adalah mobil berjenis sedan Accord, Daihatsu Terios, Honda CRV, Avanza berwarna biru, satu colt diesel, dan truk Hino. Sementara lainnya terparkir di depan toilet umum yang kebanyakan adalah angkutan umum.

Kendaraan bermotor terlihat paling banyak di depan kantor laka lantas. Puluhan kendaraan bermotor juga terparkir di sebelah timur di dalam pagar, yang kondisinya telah berkarat dan banyak rumput liar tumbuh tinggi melebihi tinggi motor.

Reski mengatakan, sebagian kendaraan tahanan dan barang bukti yang masih terdapat di Mapolres Serang lantaran perkaranya belum selesai. “Kalau sudah selesai langsung keluar (dari Mapolres Serang-red). Secara garis besarnya seperti itu,” ujarnya saat ditemui Radar Banten di ruang kerjanya.

Bamin Laka, Aiptu Dayat mengatakan, jika proses sudah selesai, kendaraan akan dikembalikan kepada pemiliknya. “Yang belum selesai ini masih dalam proses, masih pemanggilan saksinya, masih dalam pemeriksaan tersangkanya, dan masih proses untuk diserahkan ke pengadilan. Nah apabila setelah perkara sudah diterima ke kejaksaan, baru barang bukti ini diserahkan ke sana,” terangnya.

Dayat juga menuturkan, sebagian kendaraan yang terparkir di Mapolres Serang merupakan titipan dari kejaksaan. “Kalau untuk motor kan gampang dibawa ke sana (kantor kejaksaan-red) untuk barang bukti, tetapi kalau mobil kan susah, jadi dititipkanlah di sini. Setelah prosedur selesai di pengadilan, barulah dikembalikan kepada pemiliknya,” katanya.

Meski begitu, ia menguraikan ada sebagian kendaraan yang sudah selesai perkaranya, tetapi tidak diambil pemiliknya selama bertahun-tahun. “Ada yang lebih dari lima tahun. Itu sudah pada karatan. Barang bukti tetap masih punya pemiliknya. Yah kalau enggak diambil ya di sini saja sampai karatan. Karena untuk pemusnahan barang bukti di kepolisian itu, enggak main musnah. Harus ada persetujuan dari pengadilan, dari kejaksaan negeri setempat,” ucap Dayat.

Dirinya juga mengatakan, pihaknya baru akan melakukan pemusnahan, andai barang bukti sudah sangat lama di sini. “Tetapi itu juga bagaimana perintah dari Kapolres, lalu Kasatlantas. Kalau disuruh musnahkan, ya kita musnahkan. Itu bukan kita sendiri yang melakukan, harus disaksikan oleh pihak kejaksaan, pengadilan, lalu ada berita acara pemusnahannya,” pungkasnya. (Haris/Radar Banten)

barang_bukti_polres_serang_14jan17_2