Barbuk Senilai Rp5,8 Miliar Dimusnahkan

0
2253

SERPONG-Sejumlah barang bukti senilai Rp5,8 miliar dimusnahkan Kejari Kota Tangsel, Kamis (17/6). Barang bukti yang berasal dari 533 perkara itu telah memiliki kekuatan hukum tetap. 

Pemusnahan dilaksanakan di halaman kantor Kejari Tangsel. Pemusnahan yang dipimpin Kajari Tangsel Aliansyah itu dihadiri oleh Walikota Tangsel Benyamin Davnie, Ketua DPRD Kota Tangsel Abdul Rosyid, Kepala BNN Kota Tangsel Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Renny Puspita, Kapolres Tangsel AKBP Iman Imanuddin dan tamu lainnya.

“Barang bukti yang dimusnahkan ini berasal dari 533  perkara tindak pidana umum,” kata Aliansyah  kepada wartawan, Kamis (17/6).

Aliansyah merinci barang bukti itu dari 484 perkara narkotika, kesehatan 11 perkara, pencurian 23 perkara, satu perkara pemalsuan uang, tiga perkara penipuan atau penggelapan. Satu perkara pembunuhan dan tindak pidana kekerasan, perlindungan anak, dua perkara kepemilikan senjata api dan senjata tajam ilegal dan satu perkara cukai.

Sementara barang bukti yang dimusnahkan adalah narkotika jenis ganja 5,6 kilogram, sabu-sabu 3,3 kilogram, tembakau gorilla 512 gram, senjata tajam lima buah, senjata api tiga pucuk. “Serta obat-obatan terlarang 3.268 butir, telpon genggam 280 buah, uang palsu Rp24,7 juta, dan rokok tanpa cukai 242.740 batang,” tambahnya.

Barang bukti tersebut dimusnahkan  dengan beberapa cara cara. Untuk ganja dan tembakau gorilla dimusnahkan dengan cara dibakar. Sabu- sabu dimusnahkan dengan cara dilarutkan ke dalam air, lalu diblender dan dimasukkan ke dalam saluran septic tank.

Sedangkan untuk senjata tajam dan senjata api dipotong-potong menggunakan mesin gerinda. Obat terlarang dimusnahkan dengan cara dilarutkan ke dalam air, diblender kemudian dimasukkan ke dalam saluran septic tank.

Untuk ponsel dan timbangan digital dilindas menggunakan alat berat tandem roller, uang palsu dan rokok tanpa cukai dibakar. “Nilai total estimasi barang bukti yang dimusnahkan ini sekitar Rp5,8 Miliar,” jelasnya.

Kata Aliansyah, barang bukti tersebut diperoleh dari perkara selama tiga tahun terakhir. :Pemusnahan barang bukti ini masih seputar tugas dan kewenangan kejaksaan karena, jaksa sebagai eksekutor melaksanakan putusan pengadilan yang sudah berkekuatan hukum tetap,” ungkapnya.

Selain dimusnahkan, ada juga barang bukti yang dilelang, dirampas untuk negara dan uangnya disetorkan sebagai pendapatan PNBP.

“Tugas kita bersama bagaimana meningkatkan kesadaran hukum masyarakat supaya tidak melakukan tindak pidana. Sehingga masyarakat taat hukum, sehingga tidak terjadi pelanggaran dan menerima hukuman,” tutupnya.

Sementara Walikota Tangsel Benyamin Davnie memberi apresiasi Kejari atas pemusnahan barang bukti tersebut.”Pemkot dan Kejari akan terus bersinergi dalam rangka penegakan hukum di Tangsel guna memberikan rasa aman nyaman kepada warga,” ujarnya.

Pak Ben berharap kepada masyarakat dan penegak hukum agar dapat terus bersinergi dalam rangka melakukan pengawasan tindak kejahatan. “Pemkot dan bersama aparat penegak hukum bersungguh-sungguh menegakkan hukum di Tangsel, salah satunya memusnahkan barang bukti ini. Mari kita hidup normal dan jangan menabrak hukum,” tutupnya. (rbnn/nda)