Baru Awal Tahun Sudah Ada 80 Orang Minta Cerai ke Pengadilan Agama Cilegon

0
506 views
Ilustrasi.

CILEGON – Kasus perceraian yang terjadi di Kota Cilegon dari tahun ke tahun semakin meningkat. Tahun 2016 lalu ada 800 gugatan perceraian yang masuk ke Pengadilan Agama Kota Cilegon. Sementara pada Januari ini sudah ada 80 pengajuan perceraian.

Wakil Ketua Kantor Pengadilan Agama Kota Cilegon Hendi Rustandi mengatakan, penyebab perceraian mayoritas karena faktor ekonomi dan perselingkuhan. “Dari 800 gugatan perceraian yang masuk belum semuanya dikabulkan (proses sidang-red) oleh Pengadilan Agama. Baru sekitar 200 yang telah dikabulkan. Sisanya masih diproses,” ujar Hendi, Selasa (17/1/2017).

Dijelaskan Hendi, dari 80 pengajuan gugatan perceraian yang masuk data Pengadilan Agama Cilegon terhitung sejak 25 Desember 2016. “Sejak 24 Desember data tahun 2016 sudah tutup buku. Jadi mulai 25 Desember kita masukan ke data tahun 2017,” ucap Hendi.

Selain dari kalangan masyarakat umum, Hendi mengungkapkan, tingginya kasus perceraian juga terjadi dari kalangan aparatus sipil negara (ASN) dan pegawai perusahaan negara. “Dari kalangan ASN juga banyak. Ada sekitar 5 persen dari gugatan perceraian yang masuk. Kalau mereka kebanyakan karena duda nikah dengan janda lalu terjadi disharmonisasi antara orangtua dan anak,” katanya.

Kepada masyarakat, Hendi mengimbau agar menghindari perselisihan yang kemudian dapat berujung pada perceraian. “Dalam setahun dari seluruh Indonesia perceraian mencapai 450 ribu kasus. Makanya dari setiap gugatan yang masukĀ  tidak semua dikabulkan. Semua kita mediasi terlebih dahulu untuk kembali rujuk,” tuturnya. (Riko)