Baru Dipinang, Sebulan Suami Hilang

Kisah rumah tangga Ijem (38) nama samaran sungguh mengenaskan. Baru sebulan menikah, Edoy (30) bukan nama sebenarnya malah pamit kerja ke Jakarta dan tak pulang-pulang. Rumah tangga pun tak jelas kelanjutannya. Astaga.

Ditemui Radar Banten di Kecamatan Walantaka, Ijem bercerita panjang lebar tentang kenangan pahit masa lalunya. Penasaran dengan kisah Ijem? Yuk kita simak ceritanya.

Diceritakan Ijem, perjumpaannya dengan Edoy bermula saat keduanya menikmati hiburan dangdut di pernikahan teman. Ijem yang malam itu berpakaian seksi ala-ala remaja, menarik perhatian Edoy. Bagai kucing melihat ikan asin, Edoy pun menghampiri Ijem dan mengajak berkenalan.

Mereka juga saling bertukar nomor telepon sebelum akhirnya Ijem pulang, karena dikabari anaknya menangis sendirian di rumah. Saat itu juga Edoy tahu kalau Ijem janda anak satu. Oalah. “Saya sih langsung jujur aja, daripada dia kecewa belakangan,” kata Ijem.

Tapi, meski tahu latar belakang Ijem sebagai janda anak satu, tak membuat Edoy mengendurkan niatnya untuk mendekat. Terbukti, seminggu setelah perkenalan, Edoy langsung berani datang menemui anak serta keluarga Ijem. Seolah kembali menemukan cinta, sejak saat itu Ijem pun selalu terlihat ceria. “Soalnya sudah lama banget saya hidup sendiri. Pas ada Kang Edoy, hidup saya jadi serasa kembali muda lagi,” akunya.

Ijem mengaku, Edoy termasuk lelaki yang menarik. Meski kalau dilihat dari wajah, Edoy bukanlah lelaki tampan, tapi dengan penampilan keren ditambah status masih perjaka, membuat Ijem jatuh cinta. Selain itu, Edoy juga bersikap dewasa dan perhatian.

Ijem sendiri tak kalah menarik. Sebenarnya, dengan status janda anak satu yang masih punya bentuk tubuh menggoda, bukan perkara sulit bagi Ijem mendapatkan lelaki yang siap dijadikan suami. Tapi katanya, Ijem selalu menolak karena kebanyakan lelaki yang datang merupakan suami orang. Waduh, bahaya.

Singkat cerita, setahun menjalani masa pacaran dengan Edoy, omongan miring tentang hubungan mereka mulai terdengar. Soalnya, kebiasaan mereka pacaran di depan rumah setiap malam minggu, membuat orang-orang menganggap mereka berbuat maksiat. Astaga.

Singkat cerita, Edoy yang saat itu tak bekerja, akhirnya nekad melamar Ijem dengan modal seadanya. Beruntung, Ijem yang memang sudah ngebet ingin dinikahi, menerima lamaran Edoy yang datang bersama keluarga. Sebulan setelah lamaran, mereka pun melangsungkan pernikahan. Ciyee.

Di awal rumah tangga, keduanya tinggal bersama keluarga Ijem. Seperti pasangan suami istri pada umumnya, rumah tangga mereka berlangsung harmonis. Setiap pagi sarapan bareng, siang makan bareng, dan tentunya, setiap malam pun tidur bareng. Wih, kayaknya seru nih pas tidur barengnya. “Ya pasti serulah, Kang. Pokoknya kalau habis begituan, kita pasti bangun kesiangan,” aku Ijem.

Seiring berjalannya hari, mungkin merasa tak enak hati kepada keluarga Ijem karena tak bekerja, Edoy pun mulai mencari-cari pekerjaan di sekitar wilayah Cilegon. Namun lantaran pendidikannya hanya lulusan SMP, tak banyak peluang yang bisa diambil Edoy.

Sebulan kemudian, Edoy mengatakan, pada Ijem kalau akan mencari kerja ke Jakarta. Meski Ijem sempat menolak dengan alasan tak ingin ditinggal jauh, namun Edoy terus memaksa. Akhirnya Ijem pun dengan berat hati melepas kepergian Edoy. “Waktu itu saya anterin sampai terminal Pakupatan. Duh, sedih rasanya kalau inget kenangan itu,” kata Ijem.

Sampai hari ini, Ijem tidak pernah lagi melihat sosok suaminya. Edoy tidak pernah pulang. Ijem pernah nekat mencari ke Jakarta, tapi hasilnya sia-sia, akhirnya Ijem pun pasrah menjalani hidup sendiri lagi. Ya ampun, sabar ya Teh Ijem, semoga Kang Edoy cepat pulang. Amin. (mg06/zee/ags)