Basarnas Banten Dilengkapi Kapal SAR Seharga Rp50 Miliar

0
1894

CILEGON – Badan SAR Nasional (Basarnas) Banten mendapatkan tambahan fasilitas kapal pertolongan dan pencarian senilai Rp50 miliar.

Kapal baru bernama KN SAR Tetuka tersebut diresmikan di Pelabuhan Indah Kiat oleh Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Henri Alfiandi dan anggota DPR RI Dapil Banten TB Haerul Jaman, Senin (14/6).

Kapal tersebut bisa menampung 50 korban dengan jumlah Anak Buah Kapal (ABK) sebanyak 15 orang.

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Henri Alfiandi menjelaskan, kapal yang dibeli melalui kontrak tahun 2020 ini dilengkapi dengan ruang perawatan, dan sonar yang mampu menjangkau hingga kedalaman 300 meter.

Selanjutnya, kapal buatan PT Palindo Marine dari Batam ini memiliki kecepatan 29 not, mampu memberikan pertolongan pemadaman kebakaran apabila terjadi kapal kebakaran, kemudian semua menggunakan peralatan yang terkini.

“Semuanya digital dan memudahkan juga untuk mencari, menemukan korban musibah dengan cukup memberikan data koordinat di permukaan laut kita bisa langsung mengarahkan kapal kita menuju ke sana, dan tentu banyak lagi di dalamnya ada perlengkapan penyelaman, kalau anda lihat di belakang sini ada kapal speed boat nya untuk memberikan pengevakuasian orang yang terjatuh di kapal,” paparnya.

Banten sendiri sudah memiliki kapal SAR, namun, karena memiliki garis pantai yang luas serta menjadi daerah penyeberangan dengan arus yang kuat, Basarnas menganggap perlu ada tambahan kapal SAR.

“Potensi terjadinya musibah juga ada, kami memang dari Basarnas sudah memberikan keputusan untuk menambah kekuatan kapal kita yang ini adalah type 40, type yang medium kalau di basarnas, kalau dioperasikan di Provinsi Banten,” paparnya.

Henri berharap dengan disiapkannya alat ini Basarnas Banten semakin siap dan percaya diri untuk bisa memberikan bantuan pertolongan dan pencarian di Provinsi Banten ini khusus nya apabila terjadi musibah di atas permukaan air.

“Kita pesan enam kapal ini adalah kontrak tahun 2020. Selain di Banten, ada di Ternate, Mamuju, Tarakan, Surabaya, dan juga Maumere. Ini akan berlanjut, tahun depan kita akan produksi enam lagi untuk memenuhi di seluruh Indonesia,” papar Henri usai peresmian. (Bayu Mulyana)