Bawa Teh Arab, WNA Yaman Ditangkap

TANGERANG – Petugas Bea dan Cukai Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) menggagalkan upaya penyelundupan 9.316 gram daun khat, Kamis (13/2). Daun yang dikenal dengan sebutan teh Arab dibawa oleh warga negara asal Yaman berinisial AA. 

Daun khat itu diselundupkan AA melalui Terminal 2F Bandara Soetta. Daun bernama latin Catha edulis itu oleh AA dimasukkan ke dalam beberapa kemasan teh.

“Ungkap kasus ini merupakan kejelian Bea dan Cukai terhadap barang bawaan penumpang yang dicurigai. Barang bawaannya kami cek laboratorium,” kata Kapolres Bandara Soetta Komisaris Besar (Kombes) Adi Ferdian Saputra di Mapolresta Bandara Soetta, Kamis (13/2).

Daun itu mulai dikenal luas di Indonesia pada 2013, usai penggerebekan artis Rafi Ahmad. Hasil uji laboratorium Badan Narkotika Nasional (BNN), khat mengandung katinona jika dikonsumsi selama 48 jam setelah dipetik.

Berdasarkan UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika jo Permenkes Nomor 2 Tahun 2017, daun khat telah digolongkan ke dalam narkotika golongan I nomor urut 35. Setelah lewat 48 jam usai dipetik, daun khat akan mengandung katina yang masuk kategori narkotika golongan III. Sehingga, tanaman tersebut dilarang untuk dikonsumsi.

Katinona dan katina memiliki efek stimulan, seperti timbulnya euphoria, hiperaktif, tidak mengantuk, dan tidak menimbulkan rasa lapar. Mengonsumsinya dalam waktu lama dapat mengakibatkan depresi, halusinasi, kelainan psikosis, kanker mulut, stroke, hingga menyebabkan kematian.

Namun, AA tidak berencana mengedarkannya di Indonesia. Daun yang mengandung katinon itu rencananya dikonsumsi bersama para warga negara asing (WNA) asal Arab di kawasan Puncak, Bogor. “Tanaman khat untuk daun teh yang efeknya mirip seperti ganja. Bisa ngefly dan halusinasi,” beber Adi.

Berdasarkan penelusuran Radar Banten, khat tumbuhan semak atau pohon kecil berasal dari wilayah tandus Afrika dan semenanjung Arabia. Khat memiliki tinggi 1,4 sampai 3,1 meter tergantung iklim dan curah hujan. Daunnya berukuran panjang 5-10 sentimeter dan lebar 1-4 sentimeter.

Bunga khat di deretan ketiak bunga yang memiliki panjang 4-9 sentimeter. Bunganya berukuran sangat kecil dengan lima kelopak putih. Buahnya berbentuk persegi dengan kapsul yang memiliki tiga katup, masing-masing berisi satu sampai tiga biji.

Daun khat masuk Indonesia diduga seiring kedatangan turis Timur Tengah. Khat ditengarai mulai tumbuh subur di daerah Cisarua, Bogor, era 1980-90-an

Tanaman itu diyakini memiliki khasiat untuk meningkatkan vitalitas dan mengobati sakit perut. Tanaman tersebut kemudian dibudidayakan masyarakat kawasan Puncak untuk dikonsumsi sendiri dan juga dijual ke turis Timur Tengah.

Selang dua tahun, BNN menemukan ladang berisi ribuan batang tanaman khat di dua lokasi berbeda di kawasan Tugu Utara, Cisarua, Bogor. “Tanamannya dibawa dari Arab, akan digunakan teman-temannya khususnya WNA Arab di Puncak,” jelas Adi.

Saat ini, AA mendekam di tahanan Polresta Bandara Soetta untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. “Kasus ini diserahkan ke polres untuk menindaklanjuti proses hukumnya,” tutur Adi.

Selain itu, personel Polres Bandara Soetta juga mengungkap empat kasus narkoba lainnya dengan lima tersangka yang diamankan. Lima tersangka tersebut, yakni EM, SGD, DS, DA, dan RD diamankan di lokasi berbeda.

EM diamankan di Rajeg, Kabupaten Tangerang dengan barang bukti 15.409 butir eksimer. Sementara SGD diamankan di Penjaringan, Jakarta Utara, dengan barang bukti sabu-sabu seberat 0,97 gram, DS diamankan di Pademangan dengan bukti 7,7 gram sabu-sabu, serta DA dan RD ditangkap bersamaan di kawasan Karang Tengah, Kota Tangerang, dengan barang bukti sabu-sabu seberat 26,81 gram.

“Penangkapan lima pengedar narkoba tersebut dilakukan pada Januari-Februari 2020. Sekarang kelima tersangka mendekam di tahanan Polresta Bandara Soetta,” pungkas Adi. (one/nda/ira)