Bawaslu RI Ajak Masyarakat Awasi Pilkada Lebak 2018

KPU
Ilustrasi/Inet

KALANGANYAR – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI mengajak semua elemen masyarakat untuk memantau dan mengawasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak tahun 2018 khususnya pilkada Lebak. Partisipasi aktif masyarakat dalam pemilu akan meningkatkan kualitas demokrasi di daerah.

Ketua Bawaslu RI Abhan mengatakan, pilkada serentak 2018 akan dilaksanakan di 171 daerah di Indonesia. Di Provinsi Banten, ada empat kabupaten/kota yang akan menggelar pilkada serentak, yakni Kota Serang, Kota Tangerang, Kabupaten Lebak, dan Kabupaten Tangerang. Pilkada di tiga kabupaten/kota ini diikuti calon tunggal, yakni di Kabupaten Lebak, Tangerang, dan Kota Tangerang.

“Walaupun pilkada Lebak diikuti calon tunggal bukan tidak mungkin terjadi pelanggaran dalam pemilu nanti. Karenanya, pengawasan dan pemantauan pemilu harus tetap intens dilakukan,” kata Abhan di sela-sela sosialisasi penguatan pemantau pemilu pada calon tunggal di aula Hotel Mutiara, Jumat (13/4).

Diketahui, kegiatan sosialisasi penguatan pemantau pemilu pada calon tunggal waktu itu molor dari jadwal yang telah ditetapkan. Kondisi tersebut terjadi, karena Ketua Bawaslu RI datang terlambat ke lokasi sosialisasi. Sehingga, acara sosialisasi baru dilaksanakan pukul 15.36 WIB. Padahal dari undangan acara sosialisasi harus dilaksanakan pukul 14.00 WIB.

“Pengawasan pemilu menjadi tugas bersama. Hal itu sesuai slogan Bawaslu  bersama rakyat awasi pemilu, bersama Bawaslu tegakan keadilan pemilu,” ungkapnya.

Menurutnya, pilkada dengan calon tunggal menjadi perhatian Bawaslu RI. Rekan-rekan Panwaslu di kabupaten/kota dengan calon tunggal tidak boleh kendur dalam melakukan pengawasan. Pelanggaran pemilu seperti politik uang dan kampanye hitam berpotensi terjadi di daerah dengan calon tunggal. “Saya ingin pastikan pengawasan dan pemantauan berjalan dengan baik. Masyarakat pun proaktif mengawasi tahapan penyelenggaraan pemilu,” jelasnya.

Ketua Panwaslu Kabupaten Lebak Ade Jurkoni menyatakan, pilkada Lebak menjadi perhatian Bawaslu RI. Bahkan, Ketua Bawaslu RI turun langsung ke Lebak untuk memberikan sosialisasi penguatan pemantau pemilu di daerah dengan calon tunggal. Padahal, di kabupaten/kota lain di Banten, kegiatan sosialisasi hanya dihadiri anggota Bawaslu RI. “Lebak memang menjadi perhatian Bawaslu RI. Apalagi, Lebak telah melalui tahapan sengketa pemilu yang diajukan calon bupati dan wakil bupati dari jalur perseorangan dan keputusan yang dikeluarkan Panwaslu selalu tepat,” ungkapnya.

Ade berharap, pelaksanaan pilkada Lebak 2018 dapat berjalan dengan baik dan lancar. Partisipasi pemilih dalam pelaksanaan pilkada ditarget bisa lebih dari 70 persen. “Saya dan pengawas pemilu di tingkat kabupaten, kecamatan, dan desa, selalu siap melaksanakan tugas sampai tuntas. Harapannya, pilkada Lebak tidak dinodai pelanggaran pemilu,” katanya. (Mastur/RBG)

BAGIKAN