Penandatanganan perjanjian kerjasama antara Tim Pembina Samsat Provinsi Banten tahun 2019 dengan PT Bank Pembangunan Daerah Banten.

SERANG – Membayar pajak kendaraan bermotor (PKB) di Banten semakin mudah. Kini bisa melalui Indomaret dan Alfamart. Caranya pun cukup menunjukkan nomor polisi kendaraan dan nomor telepon kepada pelayan dan tak perlu menyertakan fotokopi KTP dan BPKB.
Kepala Bapenda Banten Opar Sohari berharap dengan adanya inovasi itu maka pendapatan asli daerah (PAD) Banten dari pajak daerah terutama PKB dapat meningkat.

“Selama ini masyarakat bilang kalau bayar pajak susah. Harus pakai KTP-lah. Sekarang sudah tidak lagi,” tegas Opar usai kegiatan penandatanganan perjanjian kerjasama antara Tim Pembina Samsat Provinsi Banten tahun 2019 dengan PT Bank Pembangunan Daerah Banten tentang pembayaran PKB tahunan, sumbangan wajib dana kecelakaan lalu lintas jalan tahunan, dan pengesahan surat tanda nomor kendaraan melalui mitra PT Bank Pembangunan Daerah Banten di kantor Bapenda Banten, Kamis (9/5).

Pada penandatanganan perjanjian kerjasama itu hadir juga Direktur Utama Bank Banten Fahmi Bagus Mahesa, Kepala Cabang Jasa Raharja Banten Haryo Pamungkas, dan Wadirlantas Polda Banten AKBP Mahesa Sudiwo. Sedangkan Memorandum of Understanding dengan Gubernur Banten Wahidin Halim dan Gubernur lain seluruh Indonesia dengan perbankan sudah dilakukan sejak lama.

Opar melanjutkan, program ini dilakukan untuk meningkatkan pendapatan Banten. Dari tahun ke tahun pendapatan Banten tidak akan turun, tetapi makin naik karena menopang pembangunan di Banten. “Kalau Bapenda kendor, pembangunan juga akan kendor,” ujarnya.

Setelah membayar di minimarket, masyarakat maksimal enam hari dapat ke gerai Samsat terdekat untuk pengesahan. Nantinya gerai akan membuka loket khusus bagi masyarakat yang sudah membayar melalui minimarket. Dengan begitu, masyarakat tidak perlu antre lagi.

Saat ini, tambah Opar, pihaknya baru bekerjasama dengan Polda Banten dengan jumlah kendaraan sekira 5,4 juta unit. Jumlah itu didominasi kendaraan roda dua sebanyak 83 persen. Sedangkan, kerja sama dengan Polda Metro Jaya sedang dalam proses.

Direktur Utama Bank Banten Fahmi Bagus Mahesa mengatakan, pihaknya harus selalu memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat dan Pemprov Banten. “Kami sadari bahwa tulang punggung dari APBD bersumber dari PAD. Kami sebagai bank daerah wajib mendukung program kegiatan dalam hal peningkatan pembangunan daerah yang bersumber dari PKB,” tuturnya.

Kata dia, pengembangan pelayanan yang sebelumnya tradisional dengan hanya mengandalkan gerai Samsat, outlet, dan ATM kini dilakukan dalam memudahkan masyarakat pemilik kendaraan untuk membayar PKB. Selain melalui minimarket, ke depan juga akan dikembangkan melalui bekerja sama dengan berbagai e-commerce yang saat ini kerap digunakan masyarakat.

Fahmi mengatakan, masyarakat dapat melakukan PKB di seluruh Indomaret dan Alfamrt se Indonesia. Jumlahnya ada sekira 10.500 unit, sedangkan di Banten ada 1.500 unit. “Teknis pembayaran, wajib pajak ke kasir sebutkan plat nomor, nomor telepon untuk konfirmasi pembayaran, nanti ada informasi jumlah pembayaran termasuk dendanya. Langsung bayar kemudian menukarkan bukti ke UPT atau gerai pada hari yang sama unuk pengesahan. Paling lambat enam hari kerja,” tuturnya.

Kepala Jasa Raharja Banten Haryo Pamungkas mengatakan, pihaknya sangat terbantu dengan adanya inovasi tersebut. Lantaran pihaknya mempunyai tugas memberikan santunan korban kecelakaan sehingga aspek likuiditas keungan dapat lebih cepat. (Rostinah)