Bayi Ditelantarkan di Masjid

0
876 views
Bayi perempuan yang ditemukan di Masjid Jabal Nur, Kompleks Palm Hills, Kelurahan Kotabumi, Kecamatan Purwakarta, Senin (4/5).

CILEGON – Bayi mungil berjenis kelamin perempuan ditelantarkan di Masjid Jabal Nur, Komplek Palm Hills, Kelurahan Kota Bumi, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon, Senin (4/5). Diduga, bayi yang diperkirakan berusia satu bulan tersebut ditelantarkan oleh orangtuanya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Radar Banten, bayi tersebut pertama kali ditemukan oleh Udin, marbot Masjid Jabal Nur sekira pukul 03.00 WIB, saat hendak membangunkan warga sahur menggunakan pengeras suara milik masjid.

“Terus marbot masjid itu ngasih tahu ke orang-orang di sekitar masjid,” ujar Lurah Kotabumi Muhriji, Senin (4/5).

Penemuan tersebut pun membuat warga geger. Penasaran dengan informasi penemuan bayi tersebut, warga sekitar ramai mendatangi masjid.

Selanjutnya, RT setempat menghubungi pihak kelurahan, bayi pun langsung dibawa ke klinik terdekat untuk diperiksa kondisi kesehatannya.

“Setelah di cek kondisinya baik. Sekarang sudah diserahkan ke Dinsos (Dinas Sosial) Cilegon,” ujar Muhriji.

Menurut Muhriji, beberapa orang di Palm Hills menyebut jika sekitar pukul 03.00 WIB ada sebuah mobil Avanza yang berhenti di sekitar masjid.

Saat ini, kasus penelantaran bayi tersbeut ditangani oleh Polsek Pulomerak.

Sementara itu, Kepala Seksi Rehabilitasi Sosial Anak dan Lansia pada Dinsos Kota Cilegon Irma Syafiyanti menjelaskan, pihaknya telah menerima bayi  yang ditemukan di Masjid Jabal Nur tersebut.

Sebelumnya, sekira pukul 09.00 WIB, Dinsos Kota Cilegon membawa bayi tersebut ke Klinik Tri Husada untuk memastikan kondisi fisik bayi. “Sekarang sudah kita bawa ke rumah singgah di Cikerai,” paparnya.

Dari hasil pemeriksaan fisik, bayi tersebut memiliki ciri rambut ikal berwarna hitam, berat badan 4.700 gram, sedangkan panjang bayi 54 centimeter dan tali pusar telah terputus. Sedangkan suhu tubuh bayi 36 derajat celcius.

“Banyak warga yang mau adopsi, sekitar 40 orang,” ujarnya.

Namun, lanjut Irma, proses adopsi akan dilakukan setelah adanya hasil penyelidikan terhadap orangtua bayi oleh Porles Cilegon. “Proses adopsi juga ada mekanismenya, ada daftar tunggunya, dan kita survey secara ekonomi dan yang lainnya,” ujarnya. (bam/alt)