Bayi Hilang Di Tembong Ditemukan Mengapung Di Dalam Sumur

0
622 views
Heroni (31) dan Ernawati (27) yang sedang memegang foto putri sematawayangnya

SERANG – Suasana Kampung Tembong Kidul RT 02/03 Kelurahan Tembong,  Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang kembali geger pada Sabtu (4/3) malam, sekira pukul 21:30 WIB.  Warga digegerkan oleh ditemukannya Firda Herliana Fitri dalam keadaan tidak bernyawa dan mengapung di dalam sumur yang berada di dapur rumah orang tua Firda.

Sebelumnya,  warga setempat digegerkan dengan hilangnya bayi berusia 1 tahun 7 bulan tersebut pada Jumat (3/3) siang sekira pukul 11:30 WIB.

Ayah korban,  Haeroni (31) menuturkan sekira pukul 22:30 WIB,  tidak lama setelah dirinya pulang dari Mapolres Serang Kota guna membuat keterangan terkait hilangnya anak semata wayangnya tersebut kaget melihat warga berlarian menuju rumahnya.

Haeroni saat itu sedang beristirahat di rumah saudaranya yang  berada tepat disamping rumah laki-laki yang bekerja sebagai buruh penjaga gudang hasil bumi di Cilegon tersebut. “Waktu itu kondisi saya lemas,  warga lari,  saya tetap di sini (menunjuk teras rumah milik saudara Haeroni) sambil megangin istri saya,  sebab istri saya juga nangis waktu itu,” tutur Haeroni saat ditemui di lokasi,  Minggu (5/3).

Haeroni mengaku tidak tahu siapa yang pertama menemukan putrinya tersebut,  sejak kabar putrinya hilang hingga ditemukan jasadnya di dalam sumur,  Haeroni mengaku setengah sadar dan merasa linglung. “Saya baru sadar-sadar pagi ini saja,” ujarnya.

Jarak sumur dengan kamar depan yang ditiduri oleh korban sebelum diketahui menghilang sekira 12 meter. Sumur yang berada di dalam dapur tersebut pun dipagari tembok kurang lebih setinggi satu meter dan ditutup oleh bekas pintu kamar mandi yang terbuat dari piber.

Dengan jarak dan kondisi sumur,  Haeroni dan warga sekitar masih tidak habis pikir bagaimana jenazah Firda bisa ada didalam sumur sedalam 20 meter tersebut.  “Kita juga sudah cari kesitu pas siangnya (Jumat),  tapi tidak ada,  sudah ada yang kedalam juga,  di ubek-ubek,  tapi tidak ada. Harusnya kan satu jam atau dua jam kalau anak kecil tenggelem mayatnya udah mengambang,” tuturnya.

Terlebih,  lanjut Haeroni,  saat pertama pencaharian anaknya, kondisi sumur masih dalam keadaan tertutup. “Entah gimana ceritanya bisa ada disitu,” ujarnya.

Saat ini,  lanjut Haeroni,  jenazah putri yang biasa membangunkannya setiap pagi tersebut masih di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Drajat Prawiranegara untuk menjalani otopsi.

Bersama sanak saudara dan tetangga,  Haeroni mengaku hanya bisa menunggu dan tidak tahu kapan jenazah putrinya tersebut dibawa pulang ke rumahnya untuk dimakamkan.

“Saya tadi malam dalam hati berdoa agar anak saya bisa cepat ditemukan,  ditemukannya kondisinya begini, mungkin ini udah harusnya,” tutur Haeroni. (Bayu)