Bayi Tanpa Tempurung Kepala ini Butuhkan Bantuan

Berasal dari Keluarga Tak Mampu

Sarwiti (39), menatap putranya Muhamad Azmi Alfarizi yang memiliki kelainan pada tempurung kepala di kediamannya, Kampung Manungtung, Desa Cilabanbulan, Kecamatan Menes, Selasa (6/11).

MENES – Muhamad Azmi Alfarizi, bayi tanpa tempurung kepala berusia tiga bulan, membutuhkan bantuan para dermawan untuk biaya operasi.

Soalnya, kedua orangtuanya Hasan Fauzi (45) dan Sarwiti (39), warga Kampung Manungtung, Desa Cilabanbulan, Kecamatan Menes, hanya bisa pasrah karena tidak memiliki biaya untuk pemulihan kesehatan anaknya itu.

Menurut Sarwiti, Muhamad Azmi Alfarizi divonis tim medis RSUD Berkah Pandeglang tidak memiliki tempurung kepala sejak dilahirkan. “Saya bingung mencari biaya untuk melakukan operasi anak ke rumah sakit dengan tipe lebih tinggi karena pastinya akan menghabiskan biaya yang cukup besar. Sementara kami hanya orang tidak mampu,” katanya kepada Radar Banten, kemarin.

Sarwiti berharap, diberikan kelancaran dalam biaya dan operasi anaknya. Dengan begitu, anaknya bisa hidup layak seperti orang lain pada umumnya. “Saya hanya berharap anak saya sehat seperti anak-anak yang lain,” katanya.

Dihubungi melalui telepon seluler, Kepala Puskesmas Menes Nataesah mengaku, pihaknya memberikan perhatian khusus kepada bayi pasangan Hasan Fauzi dengan Sarwiti itu agar bisa ditangani secara medis. “Ya, kita berikan perhatian khusus baik secara kedinasan maupun secara kekeluargaan,” katanya.

Sebelum proses operasi, kata Nataesah, pihaknya akan membawa bayi tersebut ke RSUD Berkah terlebih dahulu untuk ditangani. “Rencananya besok (hari ini-red),” katanya. (Herman/RBG)