Bayi Tiga Bulan Dianiaya Ayah Kandung

0
57
Ketua LPA Banten Uut Lutfi (tengah) saat memberikan keterangan pers usai mendampingi ibu korban di Mapolres Serang Kota, Senin (17/6).

SERANG – Mata kiri seorang bayi lelaki berusia tiga bulan mengalami lebam. Luka lebam itu diduga lantaran dianiaya oleh TR (19), ayah kandungnya. Kekerasan itu dipicu oleh kekesalan TR terhadap suara tangisan korban.

“Pemicunya diduga karena sering menangis. TR yang diduga sebagai pelaku tersebut telah kabur meninggalkan rumah,” kata Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Provinsi Banten Uut Lutfi, ditemui di halaman Mapolres Serang Kota.

Dugaan penganiayaan itu dilaporkan SR (16), istri TR ke Mapolres Serang Kota, Senin (17/6). Didampingi Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Provinsi Banten Uut Lutfi, SR memberi keterangan kepada petugas Sentra Pelayanan Terpadu Kepolisian (SPKT) Polres Serang Kota. Namun, SR belum memberi keterangan ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim Polres Serang Kota lantaran belum siap.

“SR mau pulang dulu. Dia masih syok,” kata Uut.

Kasus kekerasan itu terjadi pada Sabtu (15/6) sekira pukul 15.30 WIB. Saat itu SR meninggalkan korban di dalam rumah bersama dengan TR. “Saat kejadian masih ada TR. Namun, saat ibunya masuk ke dalam rumah karena mendengar suara tangis anaknya, TR sudah tidak ada,” jelas Uut.

Diduga warga Kelurahan Karangantu, Kecamatan Kasemen, Kota Serang itu telah lebih dari satu kali menganiaya korban. Namun, SR sebelumnya enggan melaporkan ke polisi.

“Menurut istrinya, korban juga pernah dibanting,” kata Uut.

Kini, SR bersama korban memilih tinggal di rumah kerabatnya. Sedangkan korban telah melakukan visum di RS dr Dradjat Prawiranegara Serang. “Visum luar sudah, tapi untuk dalam belum. Apakah ada luka dalam atau tidak kita belum tahu. TR saat ini tidak diketahui keberadaannya,” ungkap Uut.

Uut menegaskan, TR terancam dijerat Pasal 80 UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Ancaman pidana maksimal lima tahun penjara dan denda Rp100 juta menanti TR. “Mengingat yang diduga pelakunya adalah ayah kandung maka diperberat dengan tambahan pidana satu pertiga dari ancaman pidana,” ucap Uut.

Terpisah, Kasatreskrim Polres Serang Kota Ajun Komisaris Polisi (AKP) Ivan Adhitira mengaku belum menerima laporan tersebut. “Laporannya belum kami terima. Saya belum tahu kejadiannya di mana,” ucap Ivan. (mg05/nda/ira)