Baznas: Mayoritas Masyarakat Banten Enggan Bayar Zakat

Wakil Ketua II Baznas Provinsi Banten, Muhamad Suhri Utsman.
Wakil Ketua II Baznas Provinsi Banten, Muhamad Suhri Utsman.

SERANG – Wakil Ketua II Baznas (Badan Amil Zakat Nasional) Provinsi Banten, Muhamad Suhri Utsman mengatakan, mayoritas masyarakat Banten masih enggan untuk membayar zakat. Padahal zakat merupakan sebuah kewajiban bagi setiap umat muslim di Banten. Idealnya, Provinsi Banten mampu menghasilkan Rp5 triliun per tahun.

“Masyarakat Banten ini belum sadar untuk membayar zakat. Padahal mayoritas penduduk di Provinsi Banten merupakan umat muslim. Sebenarnya kita ini umat apa. Jika bayar zakat aja masih belum sadar, dan ini yang harus dibangun. Pemahaman masyarakat akan kewajiban zakat harus terus disosialisasikan,” ujarnya, saat ditemui di salah satu TBM di Kota Serang, Sabtu (11/6).

Suhri menjelaskan, pada 2015, penghasilan zakat yang terkumpul di seluruh pengurus Baznas Provinsi Kota dan Kabupaten sebesar Rp27 miliar, dan angka tersebut jauh dari jumlah penduduk wajib zakat yang ada di Provinsi Banten.

“Tapi kami juga menyadari, selain pemahaman wajib zakat masyarakatnya masih rendah. Sumber Daya Masyarakat (SDM) di masing-masing pengurusnya juga belum maksimal dalam menyosialisasikan kepada masyarakat. Kemudian persoalan administrasinya juga masih belum rapih. Beberapa SDM kami belum baik dalam mengelola zakatnya,” ucapnya.

Untuk itu, ia mengimbau pada seluruh masyarakat Banten untuk membayar zakat pada Baznas. Sebab lembaga ini merupakan lembaga resmi Pemerintah. “Jika masyarakatnya sadar dan SDM di pengurus Baznas-nya bekerja optimal. Maka penghasilan Baznas akan lebih besar. Dan otomatis Baznas dapat membantu banyak orang yang miskin dan tidak mampu di Provinsi Banten,” ujarnya. (AdeF)