Beberapa Aturan Pinjaman Online yang Wajib Dipatuhi

Seperti yang kita ketahui, saat ini proses peminjaman dana bisa dilakukan secara online dengan melalui platform pinjaman khusus. Pinjaman secara online ini memang lebih mudah dibanding perbankan. Bahkan, Anda bisa mengajukan pinjaman melalui smartphone saja. Dengan melampirkan identitas berupa KTP dan foto diri. Waktu yang dibutuhkan hingga pinjaman cair juga terbilang lebih cepat dibanding pinjaman konvensional.

Aturan Pinjaman Online yang Wajib Dipatuhi

Meski berbagai aplikasi pinjaman online sama-sama memberikan syarat dan proses yang mudah, namun tetap ada aturan yang harus dipatuhi oleh setiap kreditur. Apa saja aturan di dalam pinjaman secara online tersebut? Berikut ini beberapa aturan yang terdapat di dalam pinjaman sistem online sesuai dengan aturan dari OJK :

  1. Pihak penyelenggara fintech wajib memberi pinjaman dengan jumlah bunga hanya 0,8% per hari.
  2. Jumlah denda yang sudah diakumulasi sekitar 100% dari keseluruhan jumlah pinjaman yang ada.
  3. Penyelenggara fintech akan memberi waktu selama 90 hari saja untuk pelunasan dari batas terakhirnya pembayaran tagihan.

Tidak ada perusahaan fintech yang ingin rugi dengan nasabah yang tidak membayar hutang. Maka jangan heran jika ada desk collection dari pihak perusahaan fintech yang bekerja sama dengan Anda, yang terus menghubungi via telepon sampai Anda membayar tagihan tersebut.

Ketika ada kegagalan dalam pembayaran maka beberapa aplikasi pinjaman secara online akan melakukan penagihan dengan cara yang kurang enak. Bahkan mereka bisa menelepon teman si peminjam supaya mengingatkan peminjam untuk membayar hutang tersebut.

Pada saat tagihan hutangnya tak bisa dibayar, maka jumlah denda dan juga bunganya juga akan terus berjalan. Ditambah dengan pihak penyelenggara yang akan terus menghubungi Anda dengan mengingatkan pembayaran hutang tersebut. Situasi inilah yang akan membuat hidup Anda menjadi tidak aman dan nyaman lagi.

Peraturan Pinjaman Sistem Online Jika Hutang Tidak Dibayar

Tidak dapat dipungkiri bahwa adanya pinjaman online memang sangat membantu masyarakat. Apalagi dengan berbagai syarat dan proses yang mudah. Meski begitu, tetap ada aturan tetapnya jika peminjam tidak membayar hutang atau tidak bisa membayar cicilan yang telah diajukan. Berikut ini aturan dari sanksi bagi peminjam yang tidak membayar hutangnya :

1. Data Pribadi akan Disebar

Sanksi pertama yang akan diterima kreditur adalah data pribadi yang akan disebar. Ketika mengajukan pinjaman pada fintech secara online, maka peminjam harus mengisi data pribadi. Apabila peminjam tidak membayar hutangnya, maka data pribadi ini bisa disebar. Bagi beberapa pinjaman sistem online yang ilegal, data pribadi ini bisa diambil dengan cara yang juga ilegal lalu disebar dengan cara yang sangat merugikan peminjam.

Maka dari itu, selain harus bisa memilih KTA yang tepat dan profesional, para kreditur juga harus bisa bertanggung jawab akan kredit yang telah mereka ajukan. Dengan begitu, proses pembayaran tidak akan terkendala di tengah jalan.

2. BI Checking Buruk

Bukan hanya data pribadi secara digital saja yang akan memburuk, tetapi BI checking Anda juga akan memburuk apabila Anda tidak membayar hutang. Pihak pinjol berhak melaporkan nasabah yang tidak membayar cicilannya kepada OJK, sehingga nama Anda terdaftar di BI checkingnya.

Dalam memilih KTA memang tidak bisa sembarangan. Anda bisa menggunakan aplikasi pinjaman Tunaiku jika ingin menggunakan pinjaman secara online yang tepat. Bentuk pinjaman secara online ini juga sudah terdaftar di OJK. Sehingga, aturan yang ada di fintech Tunaiku ini lebih tepat karena sesuai aturan dari OJK.

Selain itu, Tunaiku juga memberikan layanan kredit cepat. Dengan layanan ini, kreditur bisa mengajukan pinjaman dalam waktu yang relatif cepat dan singkat. Dengan berbagai kemudahan dan keuntungan yang ditawarkan oleh Tunaiku, tidak heran jika aplikasi ini sangat direkomendasikan untuk digunakan. (*)