Bedah 110 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH): Bahagia, Tidak Waswas Saat Turun Hujan

Babinsa Iptu Gatut Santosa dan Kadus Epi Suhepi meninjau rumah Hamdan, warga Kampung Sabrang, Desa Pasirpeutuey, Kecamatan Cadasari, setelah dibangun, Selasa (13/8). Foto Ken Supriyono/Radar Banten

Hamdan dan Entin tak lagi waswas untuk tinggal di rumahnya. Berkat program bedah rumah tidak layak huni (RTLH) yang dibangun Korem 064/Maulana Yusuf dan Pemprov Banten, rumahnya telah berdiri kokoh.

Matahari baru beranjak. Hamdan sedang bersiap-siap pergi ke ladang di daerah pegunungan Kampung Sabrang, Desa Pasirpeuteuy, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang. Ia dihentakkan kedatangan seorang tentara dan petugas desa tersebut.

Dari tangan petugas, selembar kertas diulurkan kepadanya. Isinya berupa undangan untuk datang ke Kantor Koramil Cadasari. Bersama petugas itu pun, ia bergegas ke kantor yang jarak tempuhnya tak lebih tiga menit.

Undangan itu semakin menghentakkannya. Namanya tercatat sebagai salah satu penerima bantuan bedah rumah tidak layak huni (RTLH) yang digulirkan Korem 064/Maulana Yusuf dan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRK) Provinsi Banten.

Tak sabar ayah empat anak itu mengabarkan kepada Entin, istrinya. Kabar baik itu tak kuasa membendung air mata istrinya yang terharu. “Alhamdulillah, enggak nyangka dapat bantuan seperti ini. Saya enggak bisa ngomong apa-apa lagi. Istri juga cuma bisa menangis,” kenang Hamdan saat Radar Banten bersama Babinsa Iptu Gatus Santoso dan Kepala Dusun Desa Pasirpeuteuy Epi Suhepi mengunjungi rumahnya, Selasa (13/8).

Kabar membahagiakan sejoli yang dikarunia empat anak itu terjadi pada awal Juli lalu. Setelah proses administrasi selesai, pihak pemerintah desa, babinsa, dan masyarakat setempat segera membongkar rumahnya yang reyot. Selang dua hari kemudian, bahan dan alat bangunan datang. Warga setempat bersama pihak TNI bergoyong-royong membangunnya.

Kini, tak lagi tampak bangunan berbahan bilik bambu reyot. Bangunan seluas 6×7 meter persegi itu sudah berdiri kokoh dengan bahan hebel berlapis semen. Atapnya berangka besi ringan. Juga alasnya tak lagi tanah.

Dengan desain dua kamar dan satu ruang ramu, kini anak-anaknya pun dapat merasakan tidur lebih nyaman. “Alhamdulillah sekarang kalau hujan enggak lagi waswas bocor dan khawatir genting jatuh,” cetus Hamdan yang belum sempat ganti baju usai berladang di perkampungan Gunung Karang dengan ketinggian 700 meter dari permukaan air laut.

Meski sudah seminggu lebih menempati rumah barunya, Hamdan masih berasa mimpi. Berkali-kali ucapan terima kasih terlontar darinya. “Alhamdulillah lebih nyaman, sebelum dibangun enggak ngerasain begitu. Setelah dibangun jadi merasa. Jadi enggak bisa diungkapin dengan kata-kata,” katanya seraya mengucap syukur dan disahut Entin yang sedang mengendong anak balitanya.

Hamdan bukan satu-satunya penerima manfaat bedah RTLH di Desa Pasirpeuteuy. Ada tiga warga lainnya. Yakni, Suenah di Kampung Pasirpeuteuy, Suna di Kampung Kalapasan, dan Suparman di Kampung Kalapasan.

Mulanya pihak desa mengajukan lima unit. Namun, hasil verifikasi hanya empat orang yang berhak menerimanya. “Kami sangat bersyukur ada program ini. Kalau bisa tahun depan diperbanyak untuk pemerataan sosial,” kata Kepala Dusun Desa Pasirpeuteuy Epi Suhepi.

Tidak hanya sekadar memberi bantuan, pihak desa akan terus memantau perawatan bangunan rumahnya. Pembinaan untuk terus menjaga kebersihan lingkungan juga akan terus digalakkan. Apalagi, ada lebih dari dua ribu warga yang menghuni desa tersebut.

Senada dikatakan Babinsa Desa Pasirpeuteuy Iptu Gatut Santoso. “Kami berterima kasih kepada pimpinan dan kami di bawah akan terus merawat dan membina warga,” katanya.

Data yang diterima Radar Banten dari Seksi Teritorial Korem 064/Maulana Yusuf ada sebanyak 110 warga yang mendapat bantuan bedah RTLH. Perinciannya, 34 unit di Pandeglang, 54 unit di Kabupaten Lebak, empat di Kabupaten Serang, lima di Kota Serang, 13 di Kabupaten Serang.

Saat ini, kemajuan pembangunan sudah mencapai 22 unit rumah di wilayah Pandeglang. Sedangkan rumah yang sudah jadi seratus persen berjumlah sepuluh unit. “Ini dengan Pemda kita kerja sama, kita bangun 110 rumah di seluruh Banten,” kata Komandan Korem 064/Maulana Yusuf Kolonel Inf Windiyatno.

Tidak hanya pihaknya dan Pemprov, ucap Windiyatno, masyarakat juga banyak berkontribusi terhadap proses pembangunannya. Ada yang menyumbang semen, tehel, keramik, kloset, hingga tenaga.

Ia berharap, bantuan tersebut dapat memberikan motivasi kepada masyarakat. Tidak hanya memiliki rumah, tetapi bisa terus bekerja dan berkarya sehingga kemandirian dapat terbangun. “Kami bantu dalam bentuk bahan dan ini rumah siap ditempati,” katanya. Bangunan tersebut jika diuangkan nilainya mencapai Rp50 juta lebih per unit. (KEN SUPRIYONO)