Begini Cara Brigadir HD Selundupkan Sabu ke Rutan Serang

Polisi Narkoba
Brigadir HD (kaos biru) saat di ruang pemeriksaan Subdit I Reserse Narkoba Polda Banten, Selasa (2/2/2016). (Foto: Wahyudin)

SERANG – Penyelundupan narkoba jenis sabu ke dalam Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Serang ternyata melibatkan dua oknum anggota polisi. Satu oknum anggota dari Satuan Brimob Polda Banten berinisial O dan satu oknum anggota berpangkat Brigadir berinisial HD yang bertugas di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT). Peran keduanya kini masih didalami oleh penyidik Subdit I Reserse Narkoba Polda Banten.

Menurut informasi sementara yang didapat dari Subdit I Reserse Narkoba Polda Banten, barang haram tersebut pertama kali dipesan oleh napi kasus narkoba FTR. Ia memesan sabu dan minta diantar oleh Brigadir HD. Oknum anggota tersebut mengaku mendapatkan sabu dari kurir berinisal Y (21) warga Calung, Kelurahan Serang, Kota Serang. 

Setelah mendapatkan paket sabu seberat 0,5 gram dari Y, Brigadir HD kemudian mengantarkan pesanan itu dengan cara menyelundupkan ke dalam Rutan Serang. Pada hari Minggu (31/1/2016) sekira pukul 14.00 WIB, Brigadir HD bersama oknum Brimob O mendatangi Rutan Serang. 

Untuk meyakinkan petugas Rutan Serang, Brigadir HD kemudian menunjukkan kartu tanda anggota (KTA) kepolisian. Dengan alasan akan melakukan pemeriksaan terhadap RJU. Peran RJU, adalah napi yang diminta FTR untuk mengambil sabu dari Brigadir HD. Ia tidak bisa menemui Brigadir HD karena mendekam dalam ruang isolasi rutan. 

Usai berpura-pura melakukan pemeriksaan terhadap RJU, Brigadir HD kemudian memberikan sebungkus rokok yang sudah diisi sabu dan alat penghisap. Barang itu diterima RJU dan akan diberikan kepada FTR. Oknum anggota O dan Brigadir HD pun kemudian meninggalkan Rutan Serang. 

Petugas yang merasa curiga dengan bungkus rokok tersebut kemudian memeriksa dan menemukan paket kecil sabu seberat 0,5 gram dan alat hisap. “Di bungkus rokok itu ada sabu dan alat hisap. Kita masih dalami. Akan kita lakukan gelar perkara terlebih dahulu untuk menentukan peran masing-masing. Kalau pengakuan O hanya diminta mengantar saja oleh Brigadir HD,” ujar Kasubdit I Reserse Narkoba Polda Banten AKBP Sentot kepada wartawan, Selasa (2/2/2016). 

Mendapat laporan dari petugas Rutan Kelas II B Serang, Polda Banten langsung melakukan penangkapan terhadap Brigadir HD di rumahnya. Kini keduanya, Brigadir HD dan O masih menjalani pemeriksaan di Subdit I Reserse Narkoba Polda Banten. (Wahyudin)