Meski banyak hijab yang dijual dengan harga Rp10.000 atau Rp15.000 bukan berarti bisa memperlakukan hijab dengan semena-mena ya Ladies. Atau beranggapan bisa beli dengan sangat mudah. Hijab tetap harus dirawat, apalagi jika itu hijab kesayangan dengan motif dan bahan langka dan punya kenangan tersendiri. Yuk simak tips di bawah ini agar hijabmu awet dan setia digunakan kapan saja.

1. Kenali

Kenali dulu bahan hijabmu sebelum mulai menentukan cara merawatnya. Umumnya hijab yang kamu gunakan memiliki bahan paris, chiffon, rayon, viscose, atau payet. Bahan paris dan viscose biasanya sih jadi yang favorit. Selain murah, bahan paris juga tipis dan nyaman. Sementara viscose, dikenal lembut dan dingin dengan rajutan yang tampak mengkilap. Dari jenis bahan-bahan tadi, akan menentukan bagaimana cara kamu merawatnya nanti. Ingat bahan yang berbeda membutuhkan perlakuan yang berbeda. Sementara saat menyimpan, kamu pisahkan saja berdasarkan hijab mana yang paling jadi favoritmu agar lebih mudah saat akan mengambilnya.

2. Pisahkan

Pilih dan pisahkan terlebih dahulu hijab sebelum mencuci. Gabungkan hijab yang berbahan sama satu sama lain. Jangan campur hijab yang berwarna lebih gelap dengan warna cerah. Beberapa jenis bahan seperti bahan kaos mudah sekali luntur dan bisa merusak hijab yang lain.

Mencuci hijab dengan benar merupakan bagian dari cara merawat hijab yang harus diperhatikan. Sebaiknya mendahulukan hijab berwarna putih terlebih dahulu. Selanjutnya cuci hijab yang berwarna terang. Barulah yang terakhir hijab berwarna gelap. Dengan begini hijab anda tidak akan rusak akibat kelunturan warna lain.

3. Jangan Asal

Jangan asal memilih sabun cuci, beberapa bahan hijab tidak boleh terkena detergen loh. Semua bahan kecuali kaos, haram hukumnya terkena detergen dan sebagai penggantinya gunakan air sabun biasa. Khusus untuk hijab yang berpayet malah harus dicuci menggunakan sampo, yang telah dilarutkan dalam air. Bahan sutra juga nggak boleh pakai detergen ya, gunakan larutan air sampo aja. Untuk detergen ini, jangan tuangkan langsung pada hijab, sebaiknya dilarutkan dalam air terlebih dahulu.

Agar serat kain tetap bagus dan lembut, gunakan shampo untuk mencuri hijab voile. Pemakaian deterjen yang keras tak dianjurkan untuk mencuci hijab voile. Sampo akan membantu meluruhkan minyak dan noda, tapi tetap bersifat lembut.

3. Merendam

Merendam hijab nggak boleh terlalu lama, cukup sekadarnya saja. Apalagi yang berbahan viscose. Anda harus langsung mencuci dan menjemurnya. Boleh juga direndam memakai air hangat kalau bahannya tebal, kalau yang tipis pakai air dingin saja ya merendamnya. Apabila anda ingin merendamnya, gunakan air biasa saja. Jangan gunakan air panas dan pemutih karena bisa mengubah warna pada bahan hijab anda.

4. Pakai Tangan

Jangan gunakan mesin cuci untuk mencuci hijabmu karena ternyata dapat mengubah warna dan benang materialnya, terutama yang berbahan chiffon. Sebaiknya mencucinya secara manual dengan tangan. Akan lebih baik kalau kucek pakai tangan dan pelan-pelan saja agar tidak rusak. Lalu rendam di dalam pewangi. Untuk bagian pet (yang empuk-empuk itu) hijab instan dan ciput jangan dikucek, cukup dicelup saja. Untuk hijab berbahan chiffon, setelah dipakai seharian harus langsung dicuci dan jangan sampai menunggu esok harinya.

Mencuci dengan tangan jauh lebih baik daripada mesin cuci. Jangan kucek hijab terlalu keras, cukup bilas dengan lembut. Apalagi jika hijab tidak kotor. Meski tak mudah berbulu, hijab voile tetap lebih baik dicuci dengan tangan.

5. Menjemur

Menjemur hijab tidak boleh asal di bawah terik matahari. Setebal-tebalnya hijab tetaplah tipis kalau dibandingkan dengan pakaian lainnya. Karena itu jangan jemur di bawah sinar matahari langsung. Jemurlah di tempat yang rindang atau bahkan cukup angin-anginkan saja. Untuk hijab yang berpayet jangan diperas bagian payetnya ya saat menjemur. Dan yang paling penting, jangan menjemur hijab dalam posisi terlipat karena bisa meninggalkan bekas sabun atau lipatan.

Setiap hijab voile memiliki kualitas warna berbeda. Khususnya hijab voile motif, tak semua warna hasil print ataus sublime berkualitas baik. Untuk menjaganya, hindari sinar matahari langsung saat menjemur.

6. Setrika

Suhu setrika pun jangan kepanasan, harus disesuaikan dengan jenis dan tekstur bahan. Sesuaikan suhu setrikaan dengan jenis bahan dan tekstur. Untuk bahan paris dan viscose, gunakan lah setrika bersuhu rendah atau gunakan kain/kertas perantara di atas kain hijabmu. Sedangkan untuk bahan berpayet dan kaos gunakanlah suhu sedang, jangan sampai kepanasan karena bahan kaos mudah melar dan tertarik. Perhatikan juga kalau ada payet, bordir dan hiasan lainnya, sebaiknya jangan kena setrika, ya! Untuk bahan yang tidak mudah kusut, tidak disetrika juga nggak apa-apa. Bagian pet pada hijab juga tidak perlu disetrika, karena bisa merusak bagian dalam busanya.

7. Jarum Pentul

Mungkin terdengar sepele, tapi pemilihan jarum pentul dan cara memakainya harus benar-benar tepat. Gunakan jarum pentul atau peniti yang sangat tajam dan tusukkan ke tempat yang tepat, sehingga tidak perlu menusukknya berulang-ulang. Pastikan juga peniti atau jarummu tidak berkarat karena bisa merusak jilbab. Untuk bahan viscose, sebaiknya jangan gunakan jarum karena mudah sekali melebar lubangnya. Sementara untuk bahan rajut, jangan gunakan peniti karena mudah tersangkut.

Sebaiknya hindari penggunaan peniti terlalu banyak, karena bentuknya yang lebih besar daripada jarum sering kali membuat benang pada hijab berlubang. Sebaiknya gunakan jarum pentul dan peniti dengan bahan premium.

8. Gantungan

Simpan hijab dengan hanger atau gantungan, melipat bisa membuatnya rusak dan kusut. Cara menyimpan hijab terbaik adalah dengan menggantungnya agar tidak mudah kusut. Anda bisa menggunakan hanger komplement, gantungan handuk, hanger ikat pinggang, harm pant hanger, hingga rak sepatu gantung. Kalau terpaksa kamu harus melipatnya karena jarang kamu pakai, gunakan lah plastik khusus atau gulung dan simpan pada storage tertentu. Pet hijab dan ciput jangan sampai dilipat.

Oh ya, perhatikan hanger yang digunakan jangan ada yang berkarat karena bisa merusak hijab. Dengan menggunakan hanger, Anda pun jauh lebih mudah saat hendak memakainya tinggal tarik saja hijab mana yang ingin digunakan pada saat itu. Penggunaan hanger juga bisa mengurangi risiko hijab rusak akibat tertumpuk-tumpuk.

9. Mencuci Sebelum Menjahit

Tipsini khusus untuk yang menjual hijab voile, atau membeli bahan voile sendiri. Sebaiknya cuci hijab voile sebelum menjahit. Kain voile juga bisa menyusut ukurannya setelah dicuci.

10. Melipat Hijab

Jangan melipat hijab menjadi kecil. Sering sekali para hijabers melipat hijabnya hingga bentuk persegi kecil lalu ditumpuk. Tujuannya agar tidak memakan banyak tempat, namun ini merupakan hal yang kurang tepat. Jika ingin hijab tetap rapi,tidak kusut,dan tentunya tahan lama sebaiknya menghindari hal tersebut. Melipat dan menumpuk hijab hanya akan membuat kusut. Oleh sebab itu, sebaiknya melipat hijab menjadi dua bagian setelah disetrika, atau gantung di hanger khusus hijab jauh lebih baik.

11. Mengurutkan

Menyimpan hijab di dalam lemari boleh boleh saja tapi, sesuaikan urutan warna dan bahannya. Pisahkan antara hijab segiempat, pashmina, khimar, bergo, atau pashtan, bisa juga dipisahkan berdasarkan warna. Penyimpanan hijab dengan cara ini akan sangat berguna ketika hendak berpergian tanpa harus membongkar. Taruh hijab kesayangan anda di bagian tumpukan paling atas.

Nah setelah mengetahui cara merawat hijab, saatnya mempraktekkan. Selamat mencoba ya, Ladies. (Hilal Ahmad)