Sejumlah pelajar saat mengunjungi Museum Multatuli

LEBAK – Beberapa pelajar kelas VIII dari SMPN 1 Warunggunung mengunjungi Museum Multatuli, Selasa (13/2). Diakui salah seorang siswi Nurul Nazwa, kedatangannya ke museum Multatuli merupakan keingintahuan tentang sejarah Kabupaten Lebak.

“Sebenarnya saya tidak sengaja datang ke museum, namun saat mengerjakan tugas di Perpustakaan Umum Saija Adinda yang memang satu komplek dengan Museum Multatuli, ada kepala museum yang mengajak belajar sejarah Lebak,” katanya kepada Radar Banten, Selasa (13/2).

Lebih lanjut, Nazwa menjelaskan, setelah dirinya melihat-lihat kedalam museum, membuat dirinya ingin lebih tahu tentang sejarah Lebak serta perjuangan rakyat Lebak dalam menghadapi penjajah kolonialisme.

Terpisah Kepala Seksi Cagar Budaya dan Museum pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lebak Ubaidilah Muchtar mengatakan, museum ini terbuka untuk umum, agar masyarakat Lebak dapat mengetahui bagaimana sejarah pada zaman penjajahan oleh kolonialisme, khususnya untuk para remaja generasi penerus bangsa.

“Saya harap, khususnya remaja penerus bangsa untuk bisa memahami sejarah kotanya, bisa memahami bagaimana lebak ini punya historis yang tinggi dan multatuli ini mempunyai narasi yang luar biasa pada sejarah dunia,” katanya. (Omat/twokhe@gmail.com).

BAGIKAN