Belajar Tatap Muka Ditunda

0
515 views
Sejumlah siswa mengikuti simulasi belajar tatap muka di SMP Negeri 7 Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Senin (16/11/2020). Berdasarkan surat pernyataan orang tua dan persetujuan guru, Pemerintah Kota Banjarmasin melakukan simulasi belajar tatap muka pertama sejak pandemi COVID-19, selama dua minggu di empat sekolah menengah pertama (SMP) di mana lokasi sekolah berada di zona hijau berdasarkan penilaian Gugus Tugas dengan jumlah siswa terbatas serta wajib mematuhi protokol Kesehatan COVID-19. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/hp.

Satgas Tak Beri Rekomendasi

SERANG – Satuan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Banten tidak merekomendasikan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka digelar pada Desember mendatang.

Juru bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Banten, dr Ati Pramudji Hastuti mengungkapkan, pembelajaran tatap muka sangat berbahaya dilakukan ditengah pandemi Covid-19, yang saat ini masih terjadi peningkatan kasus baru setiap harinya di delapan kabupaten/kota.

“Jadi gugus tugas provinsi belum bisa memberikan rekomendasi terkait rencana pembelajaran tatap muka di SMA/SMK se-Banten,” kata Ati kepada Radar Banten, Kamis (19/11).

Ia menuturkan, sedikitnya ada dua persyaratan utama yang harus dipenuhi untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka di lembaga pendidikan. Pertama, sekolah berada di daerah zona hijau. Kedua, kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dicabut Gubernur.

“Kami tegaskan sekali lagi, belum ada perintah atau rekomendasi tentang dimulainya pembelajaran tatap muka dari gugus tugas provinsi kepada Dindikbud Banten, selama masih diterapkan PSBB dan zona resiko belum hijau di kabupaten/kota,” ungkapnya.

Kendati gugus tugas tidak merekomendasikan pembelajaran tatap muka pada Desember mendatang, Ati mengatakan pihaknya tetap menunggu hasil pemetaan zona resiko daerah terpapar Covid-19 tingkat Provinsi Banten yang dilakukan para pakar epidemiologi BNPB akhir November nanti.

“Saat ini tujuh daerah berada di zona orange, dan Kota Cilegon zona merah. Ini jauh dari persyaratan. Kecuali awal Desember ada kabupaten/kota masuk zona hijau,” tegasnya.

Terkait PSBB, Ati menegaskan kebijakan itu kembali diperpanjang oleh Gubernur Banten Wahidin Halim hingga satu bulan ke depan.

“Hari ini (kemarin) PSBB di Banten kembali diperpanjang hingga satu bulan ke depan,” ujarnya.

Kemarin, Gubernur Banten Wahidin Halim secara resmi memperpanjang penerapan PSBB Provinsi Banten Tahap III yang berlaku mulai 20 November hingga 19 Desember 2020.

Keputusan Gubernur Nomor 443/Kep.267-HUK/2020 tentang Penetapan Perpanjangan Tahap Ketiga Pembatasan Sosial Berskala Besar di Provinsi Banten Dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19 semakin menutup peluang belajar tatap muka pada Desember.

Alasan perpanjangan PSBB Provinsi Banten dilakukan sehubungan dengan masih ditemukannya kasus penyebaran Covid-19 di seluruh wilayah Provinsi Banten.

Sebelumnya, Kepala Dindikbud Banten Tabrani mengatakan, saat ini SMA/SMK se-Banten sedang mempersiapkan sarana penunjang protokol kesehatan sebagai persiapan belajar tatap muka. Namun begitu, rencana pembelajaran tatap muka akan dilaksanakan apabila sudah mendapatkan rekomendasi dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Banten.

“Apabila belajar tatap muka diizinkan maka sarana penerapan protokol kesehatan di sekolah sudah siap. Namun, sebelum mendapatkan rekomendasi dari gugus tugas, kami akan tetap melakukan pembelajaran jarak jauh dengan metode dalam jaringan (daring),” ujarnya. (den/air)