Angkot dari Tangerang ini dihentikan petugas Dishub di Jalan Serang-Jakarta, Kecamatan Ciruas, Kamis (4/5). Angkot ini melanggar trayek, melayani hingga wilayah Kabupaten Serang.

SERANG – Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Banten menemukan belasan angkutan kota (angkot) dari Kabupaten Tangerang yang menyerobot trayek Kota Serang-Balaraja. Kemarin (4/5), Dishub menggelar razia trayek angkot di Jalan Raya Serang-Jakarta, di Kecamatan Ciruas.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pengawasan pada Dishub Provinsi Banten Murtolo mengatakan, razia trayek angkot itu digelar setelah pihaknya menerima laporan banyak sopir angkot melanggar izin trayek. “Ini juga merupakan tindak lanjut dari aspirasi sopir angkot pada aksi pekan lalu,” katanya di sela razia trayek, Kamis (4/5).

Aksi sopir angkot trayek Kota Serang-Balaraja berunjuk rasa di Terminal Pakupatan, Kota Serang, Kamis (27/4). Mereka menuntut Dishub Provinsi Banten menindak tegas sopir angkot yang melanggar trayek.

Kemarin, petugas Dishub Provinsi Banten, Dishub Kabupaten Serang, dan Polres Serang baru menemukan dua angkot di Kabupaten Tangerang yang menyerobot trayek Kota Serang-Balaraja. “Ini razia belum selesai. Kemarin saja ada 14 angkot yang tidak punya izin,” tegas Murtolo.

Murtolo memastikan menindak sopir angkot yang menyerobot atau melanggar trayek. Sopir angkot tersebut dihentikan dan dikembalikan sesuai izin trayek yang dimiliki. “Ini razia rutin, kita lakukan di kabupaten kota,” terangnya.

Di Jalan Raya Serang-Jakarta, Kecamatan Ciruas, petugas gabungan dari Dishub Provinsi Banten, Dishub Kabupaten Serang, dan Polres Serang menghentikan setiap angkot dengan pelat nomor B yang melintas. Petugas gabungan ini juga menghentikan mobil pikap untuk mengecek kelengkapan surat kendaraan dan muatannya.

Ketua Koperasi Angkutan Kota dan Kaki Lima (Angka 5) Nono Suhartono menyatakan, jumlah angkot yang memiliki trayek rute Kota Serang-Balaraja hampir sama dengan jumlah angkot yang menyerobot trayek tersebut.

“Jumlah angkot saya (Koperasi Angka 5-red) ada sekitar 150 unit. Tapi, antara angkot yang memiliki trayek resmi di Serang-Balaraja, jumlahnya hampir sama dengan angkot yang menyerobot trayek kami. Sebenarnya mereka angkot resmi, tapi trayek mereka tidak sesuai,” jelasnya.

Nono mengungkapkan, angkot yang menyerobot trayek Kota Serang-Balajara antara lain, trayek Pandeglang-Kota Serang dan Cimone-Tangerang. Sopir angkot penyerobot itu, lanjutnya, bahkan ada yang sengaja mengubah warna angkotnya menjadi merah putih seperti angkot trayek Kota Serang-Balaraja. (Rojak/Radar Banten)