Belasan Bangunan Liar di Cibeber Dituding Penyebab Kecelakaan

Bangunan Liar

CILEGON – Rencana pengosongan lahan di pinggiran jalan Perapatan Kalitimbang, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon ditolak oleh sejumlah warga yang mendirikan bangunan liar (bangli) di lahan tersebut yang kini diperuntukan guna tempat berdagang. Pemerintah setempat dalam hal ini Kecamatan Cibeber mengangap adanya bangli di lokasi itu telah menggangu kelancaran arus lalu lintas sebab telah memakan badan jalan.

Salah seorang pedagang buah-buahan yang mendirikan bangunan di lokasi tersebut, Susadi berharap pihak Kecamatan Cibeber memberi kebijakannya agar niatan pengosongan lahan dapat diurungkan. “Kita mencari nafkah dari usaha dagang disitu, kalau dikosongkan kita mau pindah tempat kemana,” ujarnya, Jumat (22/7).

Lebih lanjut ia mengatakan, para perwakilan pedagang telah melakukan pertemuan dengan pihak Kecamatan Cibeber guna membahas persoalan tersebut namun demikian keputusan hingga saat ini masih samar. “Katanya karena bangunan telah memakan badan jalan sehingga sering membuat kemacetan lalu lintas, kalau begitu ya tidak perlu dikosongkan cukup bangun kita di tanah kosong itu dimundurkan saja,” katanya.

Sementara itu, Kasitrantib Kecamatan Cibeber, Ipan Zaiunudin mengaku terdapat 16 pedagang yang menempati bangunan liar di atas tanah milik Pemkot Cilegon itu. Bahkan bangunan liar yang telah berdiri itu sudah lama diperjualbelikan atau dipindah tangankan oleh pedagang kepada pedagang lainnya.

“Selain mengganggu ketentraman, ketertiban, dan keindahan (K3) belasan bangunan liar yang berdiri di pinggiran jalan itu sering membuat terjadinya kecelakaan, karena posisi jalan di pertigaan yang turunan dan belokan itu tidak terlihat sebab ada bangunan tersebut. Jadi Kalau tidak dikosongkan ya kita minta agar posisinya mundur sehingga tidak habis sampai ke badan jalan,” katanya. (Riko)