Belasan PSK Terjaring Razia, Ratusan Botol Miras Disita

0
138
Belasan wanita penghibur yang terjaring razia petugas Dinas Satpol PP mendapatkan pembinaan dari petugas panti rehabilitasi sosial di aula kantor Dinsos Kabupaten Serang, Sabtu (16/9) malam. FOTO: DINAS SATPOL PP FOR RADAR BANTEN

CIRUAS – Dinas Satpol PP Kabupaten Serang mengamankan 13 wanita yang diduga Pekerja Seks Komersil (PSK) serta 133 botol minuman keras (miras) tanpa izin, dalam razia yang berlangsung Sabtu (16/9) dini hari.

Razia menyisir beberapa kafe dan warung remang-remang di wilayah Kecamatan Ciruas. Petugas Dinas Satpol PP yang dibantu petugas dari TNI dan Polri berhasil menggiring ke-13 wanita hiburan malam itu untuk diserahkan ke panti rehabilitasi Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Serang. Petugas juga menyita barang haram yang dijual di tempat tersebut.

Kepala Bidang Ketenteraman dan Ketertiban pada Dinas Satpol PP Kabupaten Serang, Hanafi mengatakan, razia dilakukan karena pihaknya mendapat pengaduan dari masyarakat setempat yang resah akan semakin maraknya kafe dan warung remang-remang. Tempat-tempat hiburan malam itu juga, dilaporkan warga menyediakan miras dan wanita penghibur malam. “Keberadaan kafe dan warung remang-remang ini, sudah meresahkan warga setempat. Makanya, kami razia,” tegas Hanafi usai razia.

Hasil operasi penyakit masyarakat (pekat) yang dilakukan personelnya Sabtu malam itu, ungkap Hanafi, berhasil menyita 133 minuman keras berbagai merek. Meliputi 76 botol miras merk Anker bir, 40 botol miras merk Guinness botol kecil, dan 17 botol miras merk Guiness botol besar. Selain itu, pihaknya juga berhasil mengamankan 13 wanita malam yang didapati dari tiga kafe dan warung remang-remang. “Ke-13 wanita penghibur malam itu, lima wanita dari Kafe Moro Seneng, dua wanita dari Kafe Beta, dan enam wanita lagi dari Kafe Harian Horas,” ungkapnya.

Selanjutnya, kata Hanafi, belasan wanita malam yang berhasil dijaring petugas langsung digiring ke kantor Dinsos Kabupaten Serang. Mereka diberikan pembinaan agar tidak mengulangi perbuatannya dan tidak kembali ke kafe tempat mereka bekerja. “Sudah kita serahkan ke Dinsos untuk diberikan pembinaan,” ujarnya.

Diakui Hanafi, beberapa kafe yang dirazia juga tidak memiliki izin operasional atau ilegal. Sehingga, pihaknya melarang kafe agar tidak lagi beroperasi. “Mereka tidak memiliki izin-izin membuka usaha,” ungkapnya lagi.

Terpisah, Kepala Unit Pelaksana Tugas Dinas (UPTD) Rumah Perlindungan Sosial-Loka Bina Karya (RPS-LBK) pada Dinsos Kabupaten Serang, Suheri menyatakan, pihaknya sudah melakukan pembinaan terhadap 13 wanita hiburan malam yang terjaring razia oleh Dinas Satpol PP. Setelah itu, lanjutnya, belasan wanita malam itu diberikan surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya dan tidak kembali ke tempat mereka bekerja. “Kita tidak memulangkan mereka. Tapi, hubungi pihak keluarga masing-masing untuk menjemput mereka,” jelasnya.

Dikatakan Suheri, dari 13 wanita malam yang telah dibinanya, hanya sebagian kecil yang berasal dari Kabupaten Serang. Sisanya, dari luar daerah seperti Kota Serang, Jakarta, Bogor, hingga Medan. Setelah pembinaan awal, Heri menambahkan, pihaknya akan kembali memanggil para wanita malam yang sudah terdata untuk dilakukan pembinaan lebih lanjut. Pembinaan lanjutan berupa pelatihan kekaryaan program dari Kementerian Sosial (Kemensos) dan Dinsos Provinsi Banten. “Supaya ke depan mereka mempunyai keterampilan dan menghasilkan pendapatan dari hal positif,” pungkasnya. (Rozak/RBG)