Belum Ada Kepastian Setahun Pasca MoU dengan Perusahaan Asal Korea

Wakil Walikota Serang, Sulhi Choir
Wakil Walikota Serang, Sulhi Choir

SERANG – Setahun pasca MoU berasama PT Far East International asal Korea, Pemerintah Kota Serang belum melihat tanda-tanda akan dilanjutkannya kerjasama pengelolaan sampah dengan teknologi modern dan ramah lingkungan di TPSA Cilowong Kecamatan Taktakan.

“Sebenarnya baik Korea maupun kita (Pemkot Serang) sudah meninjau lokasi TPSA dan sudah oke. Pemkot sudah pernah melakukan peninjauan alat pengolahan ke korea. Namun hingga sekarang pihak korea belum menindaklanjuti,” ungkap Wakil Walikota Serang, Sulhi kepada wartawan saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (29/12/2015).

Sulhi menjelaskan, bila kerja sama ini ditindaklanjuti sampah yang ada di Kota Serang masih tergolong kurang dan bisa mengambil sampah dari daerah lain. “Karena memang pengolahan sampah yang ramah lingkungan, sampah bisa berkurang, dan tidak bau, serta lokasi bisa digunakan sebagai wisata dan gas,” katanya.

Namun hingga kini tambah Sulhi, pihaknya masih menunggu dari perusahaan asal Korea tersebut. Ia mengaku tidak tahu persis persoalan yang menghambat tindaklanjut dari kerjasama tersebut. “Nah itu yang belum tahu, leading sektornya tata kota, awalnya memang akan beroperasi pada tahun 2016 dan 2017 serta itu sudah dilakukan kesepakatan. Ini yang masih belum diketahui,” katanya.

Sulhi berharap dari pihak Korea ada ketegasan, agar tidak menunggu kepastian. Kalau tidak diolah dengan teknologi modern TPSA akan mengalami kepenuhan sampah. “Rencananya memang akan ada bagi keuntungan saat kerjasama pengelohan sampah itu dilakukan, keuntungan yang dimaksud seperti peningkatan lahan sampah karena menggunakan alat modern dan ramah lingkungan,” jelasnya.

Kendati demikian, Sulhi mengaku, akan meminta Dinas Tata Kota agar secepatnya melayangkan surat kepada investor untuk mengetahui kejelasan investor yang lain. “Kalau dilihat waktunya ini sudah lambat, ini harus dijadikan yang kuat. Kalau sampai tahun 2016 tidak ada investor yang lain, lebih baik kita mencari investor lain. Karena memang kita membutuhkan investor yang dinamis,” tandasnya. (Fauzan Dardiri)