Belum Selesai Dibangun, Jembatan Cimake ‘Meleyot’

Pengerjaan Jembatan Cimake, Kampung Ranji, Desa Pancanegara, yang tampak meleyot.

PABUARAN – Jembatan Cimake, Kampung Ranji, Desa Pancanegara, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang meleyot. Padahal, jembatan yang menghubungkan Desa Pancanegara dengan Kelurahan Sayar, Kecamatan Taktakan, Kota Serang ini belum selesai dibangun.

Pengamatan Radar Banten di lapangan, banyak warga Desa Pancanegara, pemuda, dan tokoh masyarakat menyaksikan kondisi konstruksi jembatan yang meleyot (melengkung) ke bawah di bagian tengah. Padahal, jembatan ini belum dilapis beton atau aspal.

Beberapa tokoh masyarakat menduga, glider jembatan kurang besar. Sementara bentang jembatan cukup panjang. “Perkiraan saya glidernya kurang besar. Jadi enggak kuat nahan beban,” kata tokoh masyarakat setempat, Maman Samuti, Sabtu (25/1).

Mista, tokoh pemuda Desa Pancanegara juga punya pendapat yang sama. “Menurut saya glidernya kurang besar. Dan itu harus dibongkar,” kata Mista.

Sejak mengetahui ada konstruksi jembatan yang meleyot, Mista langsung memberi tahu perangkat Desa Pancanegara, Polsek Pabuaran, dan Koramil. “Agar aparat tahu,” katanya.

Sabtu lalu, beberapa pekerja proyek juga masih tampak di lapangan. Termasuk ada crane besar di lokasi proyek. Namun, kegunaan crane belum tahu, apakah untuk memperbaiki atau membongkar/mengangkat kerangka jembatan yang meleyot. Ditanya kontraktor pembangunan Jembatan Cimake, Maman Samuti maupun Mista menduga dari Bandung, Jawa Barat.

Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Banten M Tranggono mengaku akan segera melakukan cek lokasi Jembatan Cimake untuk melihat langsung kontruksi jembatan. “Secepatnya kita kroscek,” kata Tranggono.

Ia pun akan segera mengevaluasi perusahaan yang mengerjakan Jembatan Cimake. “Nanti kita evaluasi,” tuturnya singkat. (den/air/ags)