Benarkah Teh Hijau Lebih Baik daripada Teh Hitam?

TEH adalah salah satu minuman favorit masyarakat Indonesia. Teh dapat menjadi teman mengobrol, teman makan, atau bahkan sekedar teman bersantai di pagi atau sore hari. Ada banyak sekali jenis teh beredar di pasaran, seperti teh hijau, teh hitam, teh oolong, teh putih, dan lainnya. Akan tetapi, yang paling dikenal adalah teh hijau dan teh hitam.

Meskipun berasal dari spesies yang sama, yaitu Camellia sinensis, teh hijau dan teh hitam memiliki beberapa perbedaan, mulai dari warna hingga kandungannya. Simak perbedaannya di bawah ini:

Terdapat perbedaan dari proses produksi teh hijau dan teh hitam. Untuk membuat teh hijau yang siap dihidangkan di cangkir Anda, teh pertama-tama dipetik, dikeringkan, lalu dikukus. Proses ini bertujuan untuk mencegah terjadinya oksidasi atau fermentasi pada daun teh, sehingga warnanya tetap hijau dan rasanya tetap segar.

Sementara itu, setelah dipanen dan dikeringkan, teh hitam dihancurkan atau digulung, lalu dibiarkan sejenak agar terpapar oksigen sampai teroksidasi atau terfermentasi. Karena proses oksidasi tersebut, warna daun teh tersebut berubah menjadi hitam serta memiliki rasa dan aroma yang lebih kuat.

Kenali kandungan kafein pada teh

Kandungan kafein dari teh hitam dan teh hijau bervariasi, tergantung dari varietas tanaman, cara diproses, dan penyeduhannya. Secara umum, kandungan kafein dari teh hijau lebih rendah dibandingkan dengan teh hitam.

Kandungan kafein dalam secangkir hijau adalah 24-20 mg. Sementara itu pada segelas teh hitam terkandung kafein sebanyak 14-61 mg.

Sama seperti kafein pada kopi, kafein yang terkandung dalam teh adalah zat stimulan yang dapat memperbaiki mood, mengusir kantuk, dan meningkatkan kesigapan seseorang. Selain kafein, teh juga mengandung zat theanine yang tidak terdapat di dalam kopi.

Theanin dapat menyeimbangkan pengaruh kafein dengan memberikan rasa relaks. Teh hijau mengandung theanine lebih banyak dibandingkan teh hitam.

Kandungan antioksidan dalam teh

Baik teh hitam maupun teh hijau mengandung flavonoid, antioksidan golongan polifenol yang dapat bermanfaat untuk menjaga kesehatan jantung. Menurut penelitian, antioksidan tersebut dapat mencegah pembentukan plak yang dapat menyumbat pembuluh darah dengan menurunkan kadar kolesterol jahat trigliserida dan LDL. Selain itu, ada pula penelitian yang menemukan bahwa konsumsi teh hitam dan teh hijau dapat menurunkan tekanan darah tinggi.

Meskipun sama-sama bermanfaat bagi kesehatan jantung, jenis flavonoid yang terkandung dalam dua jenis teh tersebut berbeda. Teh hijau memiliki kandungan antioksidan yang lebih tinggi dibandingkan dengan teh hitam. Antioksidan yang terkandung di dalam teh hijau adalah epigallocatechin-3-gallate (EGCG), sementara teh hitam memiliki antioksidan dalam bentuk theaflavins.

Selain bermanfaat bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah, berbagai penelitian telah menemukan beberapa manfaat dari EGCG yang terkandung dalam teh hijau, yakni menghambat pertumbuhan sel kanker dan penyakit Alzheimer, melindungi hati dari pengaruh buruk akibat makanan tinggi lemak, dan antimikroba.

Sementara itu, theaflavins juga tak kalah bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Zat tersebut timbul akibat proses fermentasi selama pemrosesan teh hitam. Theaflavin dapat melindungi sel lemak dari kerusakan akibat radikal bebas, sehingga dapat menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah dari pembentukan plak lemak yang dapat menyebabkan serangan jantung. Selain itu, theaflavins juga dapat menurunkan kadar kolesterol dan gula darah.

Ada penelitian yang menemukan bahwa orang yang mengonsumsi 1-3 cangkir teh hijau dalam sehari memiliki risiko terkena serangan jantung dan stroke 19 persen dan 36 persen lebih rendah ketimbang mereka yang mengonsumsi teh hijau kurang dari satu cangkir per hari. Selain itu, mengonsumsi setidaknya tiga cangkir teh hitam per hari juga dapat mengurangi risiko penyakit jantung sebesar 11 persen.

Jadi, sebaiknya pilih yang mana? Secara umum, teh mana pun yang dipilih, Anda tetap akan mendapatkan manfaat sehat teh. Pemilihan teh hijau atau teh hitam tergantung dari kebutuhan. Apabila Anda menginginkan kandungan antioksidan yang lebih tinggi, maka pilihlah teh hijau. Namun apabila Anda menginginkan kandungan kafein yang lebih kuat, pilihlah teh hitam. (HNS/RVS/klikdokter)