Bencana Banjir Meningkat

0
558
Seorang warga memantau anak-anak yang sedang melintasi kawasan permukiman yang terendam banjir di Desa Margasana, Kecamatan Kramatwatu akibat buruknya saluran drainase beberapa waktu lalu.

SERANG – Kejadian banjir di Kabupaten Serang tahun ini mengalami peningkatan cukup signifikan. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang. Tahun ini terhitung hingga akhir Oktober sudah 99 kejadian banjir. Tahun 2019 hanya 12 kejadian. Peningkatan kejadian banjir itu dipicu curah hujan yang tinggi selain banyaknya lahan yang beralih fungsi.

Manajer Krisis Center BPBD Kabupaten Serang Jhoni Effendi Wangga memprediksi, banjir akan terus terjadi di beberapa wilayah hingga akhir tahun. Katanya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sudah memberikan warning agar waspada curah hujan yang tinggi saat ini, terhitung akhir Agustus. “Bencana banjir tahun ini meningkat signifikan dibandingkan tahun lalu. Tahun ini sampai akhir Oktober saja banjir sudah 99 kejadian, tahun lalu hanya 12 kejadian,” ungkap Jhoni di ruang Crisis Center BPBD Kabupaten Serang, Taman Sari, Kota Serang, Senin (2/11). 

Berdasarkan hasil pemetaan, disebutkan Jhoni, ada 12 kecamatan yang menjadi langganan terjadi banjir. Yakni, Kecamatan Pontang, Tirtayasa, Tanara, Kragilan, Kibin, Cikande, Cinangka, Padarincang, Bojonegara, Puloampel, Kramatwatu, dan Kecamatan Baros. Katanya, daerah rawan banjir sudah melebar ke wilayah barat disebabkan terjadinya alih fungsi lahan selain intensitas hujan saat ini yang cukup tinggi. “Seperti di Bojonegara dan Puloampel itu alamnya sudah rusak. Kemudian di Kramatwatu juga ternyata di sekitar jalan lingkar juga sudah rusak,” jelasnya.

Menurut Jhoni, terjadinya peningkatan bencana banjir tahun disebabkan beberapa faktor. Di antaranya curah hujan yang tinggi, terjadinya pergeseran fungsi lahan, hingga kesadaran warga merawat lingkungan. Sementara pihaknya belum bisa melakukan upaya antisipasi dalam bentuk pembangunan fisik untuk mengantisipasi banjir, karena dibutuhkan perencanaan dan anggaran yang cukup. “Kita jauh-jauh hari sudah melakukan edukasi kepada warga supaya menjaga lingkungannya masing-masing. Misalkan tidak membuang sampah sembarangan,” tandasnya.

Terkait itu, Camat Bojonegara Sutikno mengakui, wilayahnya rawan banjir. Ia mengaku, pihaknya sudah melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasi terjadinya banjir pada musim hujan saat ini. “Jembatan kita kan di bawahnya terhalang tiang, itu kita keruk, kita bersihkan supaya tidak banjir,” katanya.

Sutikno mengimbau, warganya tidak membuang sampah sembarangan. Apalagi, sampai sampah dibuang ke aliran sungai. “Sampah tuh yang menyumbat aliran air sehingga menimbulkan banjir,” pungkasnya. (jek/zai)