Warga ngabuburit di Bendung Pamarayan.

Bendung Pamarayan di Desa Panyabrangan, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, setiap sore pada bulan Ramadan diserbu warga. Mereka datang ke lokasi ini untuk ngabuburit atau mengisi waktu luang menjelang berbuka puasa.

Warga yang ngabuburit di lokasi ini datang dari berbagai wilayah sekitar Bendung Pamarayan yaitu Tunjung Teja, Petir, Cikeusal, dan Pamarayan.

Biasanya warga berdatangan mulai pukul 16.00 WIB. Sekira 15 menit sebelum azan magrib berkumandang sebagai tanda waktu berpuasa telah tiba, mereka bergegas pulang.

Sebenarnya tidak banyak aktivitas yang dilakukan warga. Mereka sekadar kumpul menikmati pemandangan bendungan dan air yang mengalir. Atau berdiri di kiri dan kanan jembatan bendungan sambil bercengkramaSaking banyak warga yang kumpul di jembatan, membuat arus lalu lintas kendaraan, terutama sepeda motor, di atas jembatan menjadi macet.

Di sana juga ada lapangan sepak bola. Di pinggir lapangan, ada gubuk dan lapak yang menjual pakaian, suvenir, makanan atau menu buka puasa.

Joni, petugas keamanan Bendung Pamarayan, mengimbau kepada warga untuk berhati-hati, tidak memarkirkan kendaraan sembarangan, dan sesama pengendara tidak saling serobot di atas jembatan. “Supaya tertib karena tidak ada petugas yang mengatur lalu lintas,” katanya, Sabtu (11/6). (Shodik)