Bendung Pamarayan Siaga, Warga Bantaran Sungai Waspada

PAMARAYAN – Bendung Pamarayan dalam kondisi siaga karena tingkat debit air di bendungan terus mengalami peningkatan. Apalagi di wilayah hulu, Kabupaten Lebak dan Pandeglang sedang dilanda banjir.

Pantauan Radar Banten di Bendung Pamarayan, debit air terus mengalami peningkatan dan arus air yang deras. Pihak bendungan juga beberapa kali membunyikan sirene pertanda sikap siaga.

Mantri Bendung Pamarayan, Nendhi Zulpandi mengatakan, sejak siang kemarin, debit air di Bendung Pamarayan terus merangkak naik. “Ini kiriman hulu dari Cileles (Kabupaten Lebak-red),” kata Nendhi saat ditemui di Bendung Pamarayan, Kamis (9/2).

Nendhi mengatakan, debit air Bendung Pamarayan saat ini mencapai angka 933 meter kubik per detik. Menurutnya, debit tersebut diperkirakan terus meningkat hingga di atas angka seribu. “Sampai malam hari kemungkinan terus meningkat,” ujarnya.

Ia mengatakan, kondisi cuaca di hulu memang sedang dalam kondisi buruk sehingga banyak kiriman air ke Bendung Pamarayan. “Sejak pagi sampai saat ini (kemarin siang-red) hujan terus tanpa henti,” tuturnya.

Oleh karena itu, pihaknya melakukan pembukaan pintu pada bendungan dengan tingkat ketinggian 2,20 meter terhadap enam pintu. Pembukaan pintu tersebut dimaksudkan agar mengalirkan debit air yang terus meningkat.

Meskipun demikian, pihak Bendung Pamarayan mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada dikhawatirkan terjadi peluapan air ke permukiman. “Pasti ada yang tergenang, terlebih lagi daerah dengan dataran rendah,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang Nana Sukmana Kusuma mengatakan, hingga kemarin sore pihaknya telah mendapatkan laporan kondisi debit Bendung Pamarayan sudah mencapai 1.008 meter kubik per detik.

Oleh karena itu, saat ini pihaknya melakukan siaga satu untuk penyelamatan di daerah yang rawan terkena dampak dari luapan Sungai Ciujung. “Kita sudah siapkan semuanya, properti penyelamatan juga sudah kita siapkan di mobil,” katanya.

Ia mengatakan, daerah rawan yang terkena dampak dari luapan Sungai Ciujung di antaranya Kecamatan Pamarayan, Kragilan, Cikande, Kibin, hingga Ciujung. “Itu semuanya daerah aliran sungai, kita sudah berkoordinasi dengan pihak kecamatan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya juga sudah mempersiapkan relawan di setiap kecamatan untuk bersikap siaga dikhawatirkan terjadi hal yang tidak diinginkan. “Bila mana sampai terjadi banjir langsung kita kerahkan petugas,” imbuhnya. (Rozak/Radar Banten)